Apa Itu Toxic Productivity? Ini Pengertian dan Dampaknya
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia yang semakin kompetitif, produktivitas menjadi salah satu kunci kesuksesan. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena ada istilah toxic productivity. Pertanyaannya adalah apa itu toxic productivity?
Istilah ini muncul di media sosial dan dianggap sebagai kondisi yang tidak ideal. Kondisi ini membuat seseorang terlihat sangat sibuk tetapi justru mendapatkan kerugian.
Apa Itu Toxic Productivity? Berikut Pengertiannya untuk Menambah Wawasan
Dikutip dari buku Terjebak Hustle Culture, Jennifer Elim (2024), jawaban dari pertanyaan apa itu toxic productivity adalah dorongan berlebihan untuk melakukan pekerjaan secara terus-menerus tanpa henti demi mencapai kesuksesan.
Namun, semua kegiatan dan agenda yang dilakukan tidak memperhatikan batasan kesehatan fisik, emosional, dan mental. Hal ini tentu mengganggu keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Masalah ini justru menjadi pemicu stres parah hingga ketidakpedulian terhadap kondisi lelah atau capek. Sebenarnya, jika ditelisik lebih dalam, konsep toxic productivity erat kaitannya dengan workaholic atau hustle culture.
Workaholic menggambarkan kecenderungan bekerja secara berlebihan, sementara hustle culture mempromosikan usaha tanpa henti sebagai satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Perbedaannya adalah toxic productivity tidak hanya berasal dari dorongan internal, tetapi juga tekanan eksternal, seperti ekspektasi lingkungan kerja yang tidak sehat.
Dampak Negatif Toxic Productivity yang Wajib Diketahui
Bagi masyarakat Indonesia, melihat orang yang sibuk dan selalu bekerja merupakan hal yang baik. Padahal secara umum, ada beberapa dampak negatif dari toxic productivity. Berikut beberapa di antaranya.
1. Mudah Burnout
Masalah pertama yang dialami orang dengan gangguan ini adalah mudah burnout. Hal tersebut disebabkan kelelahan secara fisik maupun mental.
2. Bisa Menyebabkan Gangguan Mental
Masalah kedua yang bisa terjadi dari budaya ini adalah meningkatnya risiko kecemasan, depresi, dan gangguan tidur. Hal tersebut pada akhirnya mengganggu proses tidur seseorang.
3. Ketidakseimbangan Hidup
Hubungan sosial dan kehidupan pribadi terganggu akibat fokus berlebihan pada pekerjaan. Hal ini tentu tidak baik dan bisa menimbulkan perpecahan di dalam perusahaan.
Baca juga: Personal Selling: Pengertian dan Contohnya di Era Modern
Memahami apa itu toxic productivity beserta pengertian dan dampaknya membantu menyadari pentingnya keseimbangan hidup. Produktivitas sehat bukan tentang bekerja tanpa henti, tetapi tentang efisiensi dan keberlanjutan. (WWN)