Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Gaji Bersih atau Take Home Pay untuk Perencanaan Keuangan

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Menghitung Gaji Bersih. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Cara Menghitung Gaji Bersih. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Mufid Majnun

Memahami komponen gaji dan cara menghitungnya merupakan salah satu hal yang cukup penting. Mengetahui cara menghitung gaji bersih atau take home pay bisa membantu untuk melakukan perencanaan keuangan dengan baik.

Perencanaan keuangan merupakan salah satu aspek penting jika ingin memiliki keuangan yang baik dan stabil. Salah satu komponen penting dalam perencanaan keuangan bulanan adalah pendapatan yang didapatkan selama satu bulan.

Cara Menghitung Gaji Bersih atau Take Home Pay

Cara Menghitung Gaji Bersih. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Mufid Majnun

Dikutip dari buku Manajemen Sumber Daya Manusia, Marihot Tua Efendi Hariandja, (2002), gaji bisa diartikan sebagai balas jasa dalam bentuk uang yang diterima pegawai sebagai konsekuensi dari kedudukannya sebagai seorang pegawai yang memberikan sumbangan dalam mencapai tujuan organisasi.

Membahas mengenai gaji ada beberapa istilah yang wajib diketahui, misalnya adalah gaji kotor dan gaji bersih. Lalu, bagaimana cara menghitung gaji bersih atau dikenal juga dengan istilah take home pay?

Sebelum membahas mengenai cara menghitungnya, mari mengenal lebih dulu pengertian gaji bersih. Jadi, gaji bersih adalah pendapatan utuh yang diterima karyawan dari perusahaan setiap bulan.

Take home pay berbeda dengan gaji pokok karena mencakup seluruh komponen pendapatan, termasuk tunjangan dan insentif, setelah dikurangi potongan wajib seperti pajak dan iuran BPJS.

Komponen dalam menghitung gaji bersih karyawan adalah sebagai berikut.

1. Pendapatan Rutin

Meliputi gaji pokok, tunjangan tetap (seperti tunjangan jabatan), dan tunjangan tidak tetap (seperti uang transport atau makan).

2. Pendapatan Insidental

Berupa penghasilan tambahan di luar gaji rutin, seperti bonus, uang lembur, atau insentif prestasi.

3. Komponen Pemotongan

Termasuk potongan wajib seperti PPh 21, iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, serta tunggakan (jika ada).

Jika ingin mendapatkan angka gaji bersih maka bisa mengacu pada konsep dasarnya yaitu total pendapatan dikurangi dengan potongan. Sehingga rumusnya adalah sebagai berikut.

Gaji Bersih = (Pendapatan Rutin + Pendapatan Insidental) – (Potongan BPJS + PPh 21 + Potongan Lainnya)

Misalnya, seorang karyawan memiliki:

  • Gaji pokok: Rp5.000.000

  • Tunjangan tetap: Rp1.000.000

  • Bonus: Rp500.000

  • Potongan BPJS: Rp200.000

  • PPh 21: Rp150.000

Maka, Gaji Bersih = (5.000.000 + 1.000.000 + 500.000) – (200.000 + 150.000) = Rp6.150.000.

Baca juga: 4 Cara Menjadi Freelance UI/UX yang Sukses

Demikian adalah ulasan mengenai cara menghitung gaji bersih atau take home pay yang bisa digunakan untuk membantu merencanakan keuangan bulanan. (WWN)