Cara Menghitung Turnover Karyawan Bulanan dan Tahunan
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
![[Cara Menghitung Turnover Karyawan] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/Kaleidico](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/01jq33gj8qw95y5gyskrbrpme0.jpg)
Salah satu unsur penting yang perlu diperhatikan dalam manajemen sumber daya manusia adalah cara menghitung turnover karyawan. Istilah ini sering digunakan untuk menjelaskan jumlah pegawai yang keluar dari perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
Jika turnover karyawan tinggi, maka akan berdampak negatif pada perusahaan. Misalnya, seperti penurunan produktivitas hingga biaya pesangon pegawai yang tinggi. Oleh karena itu, perusahaan perlu menghitung tingkat turnover karyawan dengan akurat.
Tata Cara Menghitung Turnover Karyawan
Mengutip buku Memahami Aspek-aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, Justine Sirait (2006), turnover karyawan merupakan indeks stabilitas tenaga kerja yang jika terjadi secara berlebihan akan menimbulkan pembengkakan biaya. Adapun cara menghitung turnover karyawan, yakni sebagai berikut.
1. Turnover Tahunan
Menghitung tingkat turnover karyawan dengan jangka waktu setiap tahun merupakan metode yang paling umum dilakukan. Rumus yang digunakan untuk menghitungnya yakni:
TO Tahunan = jumlah pegawai yang berhenti bekerja/(jumlah pegawai awal tahun + jumlah pegawai akhir tahun)/2 x 100
Contohnya, pada Januari tahun 2023, jumlah pekerja di perusahaan sebesar 120 dan pada Desember 2023 sebesar 130. Kemudian karyawan yang keluar sepanjang tahun sebanyak 20 orang. Jadi, turnover di perusahaan tersebut, yakni 20/125 x 100 = 16%.
2. Turnover Bulanan
Tingkat turnover karyawan juga bisa dikalkulasi dengan periode bulanan. Turnover bulanan cocok diterapkan bagi perusahaan yang sebagian besar pekerjanya adalah freelancer atau pekerja paruh waktu.
Periode ini bisa digunakan untuk mengetahui keahlian perusahaan dalam mengikat freelancer yang loyal terhadap perusahaan. Jika tingkat turnover karyawan sangat besar, maka diperlukan perubahan terkait perjanjian kerja, membangun lingkungan kerja yang nyaman, dam sistem kerja yang sesuai untuk jenis karyawan ini.
Adapun cara menghitung tingkat turnover karyawan (TO) bulanan, yaitu:
TO Bulanan = jumlah pegawai yang berhenti bekerja/rata-rata jumlah pegawai x 100
Contohnya, jika jumlah rata-rata karyawan sebanyak 100 orang, sedangkan jumlah karyawan yang keluar pada bulan Februari 8 orang, maka turnover yang dialami oleh perusahaan, yaitu 8/100 x 100 = 8%.
Baca juga: Konsep 3P dalam Sistem Penggajian Karyawan
Cara menghitung turnover karyawan yang dijelaskan di atas bisa dijadikan panduan bagi perusahaan. Dengan begitu, diharapkan tingkat turnover karyawan bisa lebih diminimalisir. (DLA)