Gaji Karyawan Termasuk ke dalam Biaya Apa? Ini Penjelasannya
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau sedang menyusun laporan keuangan atau belajar akuntansi dasar, pasti pernah muncul pertanyaan gaji karyawan termasuk ke dalam biaya apa? Pertanyaan ini penting karena pengelompokan biaya bisa memengaruhi analisis keuangan sebuah bisnis.
Jawaban untuk pertanyaan tersebut bisa berbeda, tergantung dari jenis pekerjaan yang dilakukan si karyawan. Jadi, penting untuk tahu posisi dan fungsi karyawan tersebut di dalam perusahaan.
Gaji Karyawan Termasuk ke dalam Biaya Apa? Jawabannya, Tergantung
Jadi, gaji karyawan termasuk ke dalam biaya apa? Dikutip dari buku Panduan Praktis Menyusun Sistem Penggajian & Benefit, Senja Nilasari, (2016: 6), gaji adalah bentuk balas jasa dari perusahaan kepada karyawan.
Secara umum, gaji karyawan masuk ke dalam biaya operasional. Ini berlaku untuk karyawan yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi barang atau jasa.
Misalnya, staf administrasi, tim HR, marketing, customer service, hingga bagian keuangan seperti akuntan. Semua pekerjaan ini memang penting untuk kelancaran bisnis, tapi tidak berhubungan langsung dengan hasil produksi. Maka, pencatatan gajinya masuk ke kategori biaya operasional.
Berbeda halnya dengan karyawan yang bekerja langsung di lini produksi. Gaji mereka masuk ke dalam biaya produksi, lebih tepatnya lagi disebut biaya tenaga kerja langsung. Contohnya seperti operator mesin, tukang di pabrik, atau karyawan yang bertugas merakit produk.
Pekerjaan mereka punya kontribusi langsung pada barang yang dihasilkan. Karena itu, gajinya dicatat sebagai bagian dari biaya pokok produksi perusahaan.
Sementara itu, dalam dunia akuntansi, biaya bisa dibagi jadi dua jenis, yakni tetap dan variabel. Gaji karyawan pun bisa masuk ke salah satunya, tergantung cara pembayarannya.
Kalau gajinya dibayar sama setiap bulan, tanpa tergantung hasil kerja atau jumlah produksi, maka itu termasuk biaya tetap. Misalnya, gaji staf administrasi yang dibayar Rp5.000.000 setiap bulan, tidak peduli seberapa sibuk kantor bulan itu.
Tapi kalau gajinya berubah-ubah tergantung jam kerja atau banyaknya unit yang diproduksi, maka gaji itu masuk ke dalam biaya variabel. Contohnya seperti karyawan lepas yang dibayar per jam atau pekerja borongan yang dibayar berdasarkan jumlah produk yang diselesaikan.
Semakin besar volume kerja, semakin tinggi biaya yang harus dibayar. Jadi, biaya variabel ini bisa naik-turun mengikuti aktivitas produksi atau beban kerja.
Baca juga: Cara Menghitung Staff Cost atau Biaya Staff dalam Sebuah Perusahaan
Memahami gaji karyawan termasuk ke dalam biaya apa bisa bantu banyak dalam mengelola keuangan bisnis. Dengan begitu, pencatatan jadi lebih rapi dan analisis keuangan pun lebih akurat. (CR)