Gaya Kepemimpinan Laissez Faire: Pengertian, Ciri, dan Kekurangannya
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia kerja, setiap orang memiliki karakteristik dan cara memimpin timnya sendiri. Salah satu gaya kepemimpinan yang bisa digunakan dalam memimpin sebuah tim adalah gaya kepemimpinan Laissez Faire.
Gaya kepemimpinan ini merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang cukup populer dan sudah diterapkan sejak lama. Banyak yang percaya bahwa gaya kepemimpinan ini memiliki banyak kelebihan, tetapi juga ada kekurangannya yang harus dimitigasi dengan baik.
Pengertian dan Ciri Gaya Kepemimpinan Laissez Faire
Dikutip dari buku Model dan Gaya Kepemimpinan, Eddi Novra dkk., (2024), pengertian gaya kepemimpinan Laissez Faire adalah gaya kepemimpinan yang memberikan kebebasan penuh kepada masing-masing anggota untuk membuat keputusan dan mengatur pekerjaan mereka sendiri.
Pemimpin tidak banyak terlibat dalam pengambilan keputusan sehari-hari, melainkan berperan sebagai fasilitator yang menyediakan sumber daya dan dukungan ketika dibutuhkan.
Gaya ini sering diterapkan dalam lingkungan kerja yang mengandalkan kreativitas dan inovasi, seperti tim riset, pengembangan produk, atau industri kreatif. Anggota tim yang sudah berpengalaman dan memiliki motivasi tinggi cenderung berkembang dengan baik di bawah kepemimpinan laissez faire.
Ada beberapa ciri utama dari gaya kepemimpinan ini, berikut adalah beberapa di antaranya.
1. Kebebasan Tinggi dalam Bekerja
Anggota tim memiliki otonomi untuk menentukan metode kerja, pembagian tugas, bahkan tenggat waktu penyelesaian proyek. Pemimpin tidak memberikan instruksi detail, melainkan mempercayai kemampuan tim untuk mengatur diri sendiri.
2. Minimnya Intervensi Pemimpin
Pemimpin cenderung mengambil langkah mundur dan hanya turun tangan ketika diminta atau ketika terjadi masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh tim.
3. Fokus pada Hasil Akhir
Proses kerja tidak terlalu diawasi, asalkan tujuan akhir tercapai sesuai ekspektasi. Pemimpin lebih menekankan pada outcome daripada micromanagement.
Kekurangan Gaya Kepemimpinan Laissez Faire
Meski cukup baik, gaya kepemimpinan ini juga memiliki beberapa kekurangan yang harus diperhatikan dengan baik. Karena jika tidak, bisa merugikan perusahaan dan karyawan.
1. Kurang Jelas Peran dari Masing-masing Karyawan
Gaya kepemimpinan ini pada akhirnya menyebabkan ketidakjelasan peran dalam sebuah tim. Anggota tim menerima sedikit atau bahkan tidak ada arahan sama sekali, sehingga menimbulkan kebingungan mengenai tanggung jawab dan tugas yang harus dijalankan.
2. Risiko Kurangnya Koordinasi
Ketika setiap orang bekerja dengan caranya sendiri, sinkronisasi antar anggota tim bisa terganggu. Hal ini berpotensi menimbulkan tumpang tindih tugas atau miskomunikasi.
3. Ketergantungan pada Motivasi Individu
Gaya kepemimpinan ini hanya efektif jika semua anggota tim memiliki komitmen dan kompetensi yang memadai. Jika tidak, hasil kerja bisa tidak konsisten atau bahkan gagal memenuhi target.
Baca juga: 4 Cara Memecat Karyawan secara Baik agar Hubungan Tetap Terjaga
Demikian adalah pembahasan mengenai gaya kepemimpinan Laissez Faire yang merupakan salah satu gaya kepemimpinan di perusahaan yang memberikan banyak kebebasan untuk anggota tim. (WWN)