Kenapa Perusahan Menggaji di bawah UMR? Ini 3 Alasannya
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karyawan yang bekerja di suatu perusahaan, wajib untuk mendapatkan gaji yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, realitas di lapangan masih banyak karyawan yang menerima gaji di bawah UMR. Lantas, pertanyaannya adalah kenapa perusahaan menggaji di bawah UMR?
UMR memastikan bahwa karyawan mendapatkan gaji yang cukup untuk hidup dengan layak dan memiliki standar kehidupan yang memadai. Dengan memberikan gaji yang sesuai UMR, maka akan meningkatkan motivasi dan loyalitas pekerja terhadap perusahaan.
Kenapa Perusahan Menggaji di bawah UMR? Berikut Alasannya
Dikutip dari buku Kamus Istilah Ekonomi Populer, Henricus W. Ismanthono (2003:268), bahwa UMR (Upah Minimum Regional) merupakan upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok termasuk tunjangan tetap di wilayah tertentu dalam satu provinsi. Keputusan dari besarnya UMR ini didasarkan atas upah bulanan dan ditetapkan dengan keputusan Menteri Tenaga Kerja.
Larangan membayar gaji karyawan di bawah UMR juga tertulis dalam Pasal 90 ayat 1 UU Ketenagakerjaan, yang berbunyi. "Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum sebagaimana dimaksud dalam pasal 89."
Lantas, kenapa perusahaan menggaji di bawah UMR? Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Berikut ini adalah tiga alasannya.
1. Ketidakmampuan Perusahaan Membayar Sesuai UMR
Salah satu alasan utama mengapa masih banyak karyawan yang digaji oleh perusahaan di bawah UMR adalah karena perusahaan tidak mampu dalam memenuhi standar upah tersebut. Hal ini sering terjadi di sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) serta perusahaan rintisan yang masih berjuang untuk mencapai kestabilan keuangan.
Membayar karyawan sesuai UMR bisa menambah beban operasional yang sulit ditanggung. Sebagian karyawan pun akhirnya menerima gaji rendah karena kondisi sulit perusahaan dan sulitnya mendapatkan pekerjaan lain.
2. Lemahnya Pengawasan Pemerintah
Lemahnya pengawasan pemerintah juga menjadi salah satu alsannya. Idealnya pelanggaran ini bisa ditindak langsung oleh Dinas Tenaga Kerja. Namun, jumlah pengawas ketenagakerjaan yang minim membuat penegakan hukum pun menajdi lemah.
3. Sulitnya Mendapatkan Pekerjaan Lain
Lowongan pekerjaan yang terbatas sementara ada banyak pencari kerja juga menjadi salah satu alasannya. Perusahaan jadi memiliki daya tawar untuk membayar gaji karyawan lebih rendah dari UMR. Karyawan mungkin lebih memilih pekerjaan dengan gaji di bawah UMR daripada tidak bekerja sama sekali.
Baca juga: Kenapa Gaji UMR Indonesia Rendah? Inilah 5 Faktor yang Memengaruhinya
Jadi, kenapa perusahaan menggaji di bawah UMR? Ada beberapa faktor yang memengaruhi mengapa perusahaan menggaji karyawan di bawah UMR. Salah satunya adalah perusahaan tidak mampu untuk memenuhi standar upah minimum tersebut. (LMI)