Pengertian dan Cara Menghitung Cost Structure yang Benar
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap bisnis baik yang masih kecil atau sudah besar tentunya memerlukan perhitungan keuangan yang baik. Salah satu yang wajib diketahui adalah cara menghitung cost structure agar keuangan tidak bermasalah.
Cost structure merupakan komponen penting dalam sebuah bisnis. Hal tersebut karena komponen ini akan memberikan gambaran mengenai biaya apa saja yang harus dikeluarkan agar perusahaan bisa berjalan dengan baik.
Pengertian dari Cost Structure
Dikutip dari buku Cost Management, Leslie G. Eldenburg, (2016), pengertian dari cost structure adalah metode yang digunakan untuk menghitung seluruh biaya dikeluarkan dalam menjalankan operasional bisnis.
Melalui cost structure, dapat diketahui proporsi biaya tetap (fixed costs) dan biaya variabel (variable costs), serta berbagai jenis pengeluaran lainnya yang memengaruhi produksi barang atau jasa.
Cost structure terdiri dari dua jenis biaya utama yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang dapat dialokasikan secara langsung ke produk atau layanan, seperti bahan baku dan tenaga kerja produksi.
Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat dikaitkan langsung dengan produk karena mencakup berbagai aktivitas pendukung, seperti biaya administrasi, pemasaran, dan overhead.
Cara Menghitung Cost Structure yang Benar
Ada beberapa langkah untuk menghitung cost structure yang benar agar mendapatkan perencanaan keuangan yang matang. Berikut ini adalah langkah-langkahnya untuk panduan.
1. Menghitung Biaya Tetap
Biaya tetap dicatat berdasarkan periode tertentu (bulanan/tahunan). Contoh: Sewa lokasi Rp10 juta/bulan + gaji karyawan Rp5 juta/bulan = Total biaya tetap Rp15 juta/bulan.
2. Mengidentifikasi Biaya Variabel
Biaya variabel dihitung per unit produksi. Contoh: Biaya bahan baku Rp10.000/produk × 1.000 unit = Rp10 juta.
3. Menghitung Total Biaya
Total biaya diperoleh dari penjumlahan biaya tetap dan variabel. Contoh: Rp15 juta (tetap) + Rp10 juta (variabel) = Rp25 juta.
4. Menentukan Biaya per Unit
Biaya per unit dihitung dengan membagi total biaya dengan jumlah produksi. Contoh: Rp25 juta ÷ 1.000 unit = Rp25.000/unit.
5. Analisis dan Optimasi
Evaluasi biaya tetap dan variabel untuk efisiensi, seperti negosiasi harga bahan baku atau penggunaan teknologi lebih hemat.
Baca juga: Sense of Belonging: Pengertian dan Manfaatnya di Dunia Kerja
Demikian adalah pembahasan mengenai cara menghitung cost structure yang benar. Pemahaman cost structure membantu mengidentifikasi pengeluaran kritis dan peluang penghematan. (ARD)