Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0

ADVERTISEMENT
Dahulu, karyawan yang mengundurkan diri dari pekerjaannya secara sukarela tidak mendapatkan pesangon. Namun, kini ada peraturan perhitungan pesangon mengundurkan diri UU Cipta Kerja.
ADVERTISEMENT
UU Cipta Kerja ini disahkan pada tahun 2020. Peraturan tersebut bisa diterapkan oleh kantor saat ada karyawan yang mengundurkan diri.
Perhitungan Pesangon Mengundurkan Diri UU Cipta Kerja untuk Diperhatikan
Menurut buku Problematika Hukum Perburuhan di Indonesia, Ahmad Rahmat (2020: 160), pesangon dalam buku A. Ridwan Halim merupakan uang yang diberikan kepada karyawan saat terjadi PHK oleh kantor.
Dari pernyataan di atas, dapat diketahui bahwa pesangon hanya diperoleh bila karyawan mendapatkan PHK, sehingga membuatnya harus berhenti kerja secara terpaksa. Namun, kini pesangon juga bisa diperoleh karyawan bila berhenti bekerja atas kemauan sendiri.
Peraturan ini dapat dilihat dalam UU Cipta Kerja yang disahkan pada tahun 2020. Di dalamnya, kantor bisa memberikan uang pesangon serta UPMK (Uang Penghargaan Masa Kerja) dan/atau UPH (Uang Pengganti Hak) bila karyawan mengundurkan diri.
ADVERTISEMENT
Perhitungan pesangon mengundurkan diri UU Cipta Kerja ini didasarkan oleh alasan karyawan. Jadi, karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela akan mendapatkan jumlah pesangon berbeda dengan yang terpaksa akibat kantor rugi.
Maka dari itu, kantor perlu mengetahui isi UU Cipta Kerja terkait perhitungan pesangon ini secara seksama sebelum memutuskan besarannya. Jadi, kantor bisa memberikan hak karyawan dengan adil dan sesuai hukum yang berlaku.
Wajibkah Kantor Memberi Pesangon Bila Ada Karyawan Mengundurkan Diri?
Hingga saat ini, banyak pendapat yang menyatakan bahwa kantor tidak wajib memberi pesangon bila karyawan mengundurkan diri secara sukarela. Meski demikian, kantor tetap wajib memberikan tiga hal berikut.
1. Uang Pengganti Hak
Uang Pengganti Hak perlu diberikan kepada karyawan bisa menngundurkan diri. Perhitungannya didasarkan pada cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur.
ADVERTISEMENT
2. Uang Pisah
Uang Pisah diberikan kepara karyawan dengan besaran berbeda. Aturannya tertulis dalam Peraturan Kerja, Peraturan Kerja Bersama, dan Peraturan Perusahan.
3. Surat Keterangan Kerja
Kantor wajib memberikan Surat Keterangan Kerja atau Paklaring bila ada karyawan yang mengundurkan diri. Isinya adalah pernyataan kebenaran bahwa seorang karyawan pernah bekerja di sana.
Jadi, ada perhitungan pesangon mengundurkan diri UU Cipta Kerja yang disahkan pada tahun 2020. Bagaimanapun juga, sejumlah pendapat menyatakan bahwa pesangon tidak wajib diberikan kepada karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela. (LOV)