Quality Assurance: Pengertian dan 6 Detail Tugasnya
Artikel yang membahas info seputar karier.
Ā·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pekerjaan sebagai quality assurance (QA) dibutuhkan dalam pengembangan produk baru oleh perusahaan. Quality assurance adalah pekerjaan yang melibatkan pengujian produk, keamanan, serta kualitas produk.
Seorang yang bekerja sebagai quality assurance akan selalu melakukan pengujian produk. Kemudian QA juga melakukan analisis dan rapat dengan tim terkait mengenai produk yang telah diuji sebagai upaya pengembangan produk. Pengujian produk oleh QA akan terus dilakukan demi menciptakan kualitas produk sesuai standar.
Pengertian Quality Assurance
Pekerjaan quality assurance adalah pekerjaan yang memastikan produk atau layanan memenuhi standar kualitas dengan lebih mengutamakan pencegahan kesalahan dari produk. Pekerjaan ini juga yang menentukan keamanan produk yang dibuat.
Berdasarkan buku Quality Assurance in Research and Development, George W. Roberts (2014:1), quality assurance (QA) berada pada divisi research and development (R&D). Dengan kata lain dari pengertian istilah quality assurance (QA), profesi ini bertugas juga dalam pengembangan produk baru yang akan diluncurkan oleh perusahaan.
Pekerjaan QA memerlukan ketelitian, serta fokus kerja yang tinggi. Karena pekerjaan ini melibatkan pengujian serta analisis mendalam mengenai produk yang tengah dikembangkan.
Tugas Quality Assurance dalam Pengembangan Produk
Seperti dikatakan secara singkat di atas, tugas seorang quality assurance atau QA melibatkan pengujian produk, analisis dan menentukan produk yang akan diciptakan berkualitas tinggi serta menghindari produk gagal.
Berikut ini tugas dari seorang quality assurance (QA) secara lebih mendalam.
1. Menetapkan Standar dan Manajemen Kualitas Produk
Seorang QA perlu menetapkan standar serta kualitas produk yang akan diciptakan. Tidak hanya berdasarkan dari kaidah keselamatan pengguna, juga sesuai dengan peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah.
Selain menyangkut standar kualitas produk, QA juga perlu memerhatikan manajemen kualitas produk yang akan diluncurkan. Hal ini termasuk efisiensi manajemen kualitas produk ketika diproduksi massal.
2. Melakukan Pengujian Kualitas Produk
Setelah menetapkan standar kualitas produk, QA juga perlu melakukan pengujian terhadap produk yang tengah dikembangkan. Pengujian meliputi uji kesalahan dan ketidaksesuaian produk dengan standar kualitasnya.
3. Analisis Kualitas Produk yang Telah Diuji
Selanjutnya, QA juga perlu menganalisis kualitas produk yang telah diuji. Analisis mengenai tren serta masalah yang timbul setelah pengujian perlu dilakukan untuk menciptakan produk yang berkualitas.
4. Memberikan Laporan Hasil Kualitas Produk
Setelah dianalisis, QA akan menulis laporan secar rinci mengenai hasil uji kualitas produk. Hal ini dapat dijadikan pedoman perbaikan mengenai produk yang akan dihasilkan.
5. Melaksanakan Rapat dengan Tim Terkait Hasil Pengujian Produk
Setelah hasil pengujian telah dibuat dalam bentuk laporan, QA jug perlu melakukan rapat dengan tim terkait, termasuk divisi lain dalamĀ R&D, untuk menyampaikan masalah yang ditemukan dalam pengujian produk.
6. Mendukung Peningkatan Kualitas Produk
Setelah itu, QA juga secara terus menerus perlu mendukung peningkatan kualitas produk yang akan dihasilkan sebelum masuk pasar dan diperjualbelikan.
Seorang QA tentu saja dituntut untuk tidak pernah lelah dalam menguji kualitas produk yang akan diproduksi massal. Quality assurance adalah pintu pertama deklarasi produk telah memenuhi standar kualitas yang berlaku.
Baca Juga: Employee Engagement: Pengertian dan Cara Meningkatkannya
Demikian ulasan mengenai profesi dan tugas seorang quality assurance. Informasinya bisa dijadikan referensi bagi yang ingin melamar posisi ini. (Fitri A)