Konten dari Pengguna

Asam Askorbat: Pengertian dan Fungsinya dalam Kehidupan Sehari-hari

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi asam askorbat dalam industri pangan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi asam askorbat dalam industri pangan. Foto: Pexels

Asam askorbat dikenal luas sebagai vitamin C, zat yang banyak digunakan pada berbagai produk sehari-hari. Senyawa ini memainkan peran penting dalam menjaga kualitas dan daya tahan produk pangan. Selain itu, asam askorbat juga sering dimanfaatkan sebagai bahan tambahan yang membantu memperpanjang masa simpan makanan.

Apa itu Asam Askorbat?

Menurut jurnal Kajian Pemberian Asam Askorbat (Vitamin C) dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Ketengikan Abon Ikan Lele (Clarias batrachus) karya Aryani dan Evnaweri, asam askorbat adalah antioksidan yang kini telah dapat dihasilkan secara sintetik. Asam askorbat atau vitamin C bisa ditambahkan ke dalam daging sebagai antioksidan, tetapi tidak meningkatkan nilai vitaminnya, karena bahan ini akan rusak akibat pemanasan.

Definisi Asam Askorbat

Asam askorbat adalah bentuk aktif dari vitamin C yang mudah larut dalam air. Senyawa ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan mendukung berbagai proses biokimia, seperti pembentukan kolagen dan penyerapan zat besi.

Sifat-Sifat Kimia Asam Askorbat

Secara kimia, asam askorbat dikenal cukup reaktif terhadap oksigen dan panas. Sifat inilah yang membuatnya efektif sebagai antioksidan, karena mampu menangkap radikal bebas dan mencegah kerusakan pada bahan pangan.

Fungsi Asam Askorbat dalam Berbagai Bidang

Penggunaan asam askorbat sangat luas, terutama di industri pangan dan pengolahan hasil perikanan. Pada produk makanan, asam askorbat membantu menjaga warna, rasa, dan kualitas bahan makanan.

Sebagai Antioksidan pada Produk Pangan

Asam askorbat berfungsi sebagai antioksidan yang memperlambat proses oksidasi pada makanan. Proses oksidasi biasanya menyebabkan makanan menjadi tengik atau kehilangan kualitas. Dengan menambahkan vitamin C, produsen dapat menjaga kesegaran dan memperpanjang umur simpan produk.

Berdasarkan jurnal Karakteristik Mutu Minyak Ikan Bandeng dengan Penambahan Antioksidan BHT dan Asam Askorbat dalam Makro Kapsul karya Aef Permadi dkk., sifat antioksidan pada asam askorbat adalah mudah berubah dan tidak larut dalam minyak. Asam askorbat dapat berfungsi dengan baik sebagai antioksidan pada kadar yang relatif tinggi.

Peran Asam Askorbat dalam Pengolahan Abon Ikan Lele

Dalam pengolahan abon ikan lele, penambahan asam askorbat dapat menekan oksidasi lemak. Hal ini membuat produk abon menjadi lebih awet, warnanya tetap menarik, dan mutunya terjaga meskipun disimpan dalam waktu lebih lama.

Kebutuhan Konsentrasi Asam Askorbat yang Efektif

Konsentrasi asam askorbat yang digunakan pada makanan sangat memengaruhi hasil akhirnya. Penggunaan dosis yang tepat akan memberikan manfaat maksimal, sementara jumlah yang terlalu sedikit atau berlebih dapat mengurangi efektivitas atau bahkan mengubah karakteristik produk.

Kesimpulan

Asam askorbat memiliki fungsi penting sebagai antioksidan dan penambah mutu dalam pengolahan makanan. Penggunaan asam askorbat yang tepat dapat menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan produk pangan, termasuk olahan ikan seperti abon lele.

Menentukan konsentrasi asam askorbat yang sesuai menjadi strategi utama untuk mendapatkan hasil optimal. Dengan pemahaman yang baik tentang manfaat dan cara penggunaannya, asam askorbat bisa menjadi solusi praktis dalam menjaga mutu produk sehari-hari.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)