Konten dari Pengguna

Peda: Pengertian dan Bahan Pembuatannya

D

Dunia Perikanan

Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas peda terbuat dari apa. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas peda terbuat dari apa. Foto: Pexels

Peda dikenal sebagai salah satu produk olahan ikan yang digemari di Indonesia. Makanan tradisional ini menawarkan cita rasa khas dengan sentuhan fermentasi dan tekstur yang unik. Banyak masyarakat penasaran tentang apa itu peda, bahan bakunya, hingga bagaimana proses pembuatannya.

Apa yang Dimaksud dengan Peda?

Dalam pembahasan mengenai pangan tradisional, peda sering kali muncul sebagai contoh makanan hasil fermentasi ikan. Peda merupakan produk fermentasi ikan yang diawetkan dengan garam dalam waktu tertentu. Cita rasa asin dan aroma khasnya menjadi daya tarik utama bagi penggemar olahan laut.

Menurut buku Teknologi Pengolahan Ikan karya Dyah Koesoemawardani, peda adalah salah satu produk fermentasi yang tidak dikeringkan lebih lanjut, melainkan dibiarkan setengah basah, sehingga proses fermentasi tetap berlangsung. Umumnya, proses fermentasi peda terjadi secara spontan atau tidak ditambahkan mikroba dalam bentuk starter.

Definisi Peda

Peda adalah hasil fermentasi ikan segar menggunakan garam yang menghasilkan tekstur dan rasa unik. Proses pembuatannya membuat ikan tahan lama dan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan ikan asin biasa.

Sejarah dan Asal Usul Peda

Peda telah lama dikenal di berbagai daerah pesisir Indonesia. Pengolahan ini berkembang sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk mengawetkan ikan secara alami sebelum ada alat pendingin modern. Tradisi ini kemudian diwariskan turun-temurun hingga menjadi salah satu makanan khas Nusantara.

Peda Terbuat dari Apa?

Setiap peda yang dijual di pasaran umumnya memiliki bahan utama dan proses pembuatan yang serupa. Peda biasanya dibuat dengan memanfaatkan ikan segar, garam, dan bantuan mikroorganisme alami selama proses fermentasi.

Bahan Dasar Pembuatan Peda

Jenis ikan yang sering dipilih adalah ikan kembung, walaupun beberapa daerah menggunakan ikan lain sesuai ketersediaan. Selain ikan, garam menjadi bahan penting yang menentukan kualitas peda. Kombinasi ikan segar dan garam inilah yang menjadi dasar pembuatan peda.

Berdasarkan jurnal Ulasan Ilmiah Proses Fermentasi Peda: Definisi, Langkah Pengolahan, Peran Garam, serta Mikroorganisme yang Berperan karya Luthfiah Al Afifah dan Junianto, beberapa jenis ikan laut yang dapat diolah menjadi peda, seperti ikan kembung, ikan layang, lemuru, bentong, dan ikan mullet. Sementara itu, jenis ikan air tawar yang umum dijadikan bahan pembuatan peda, yaitu ikan mas, mujair, dan gurami.

Peranan Garam dan Mikroorganisme dalam Proses Peda

Fermentasi peda tidak hanya mengandalkan bahan, tetapi juga proses alami yang melibatkan garam dan mikroorganisme. Perpaduan ini berkontribusi pada rasa dan ketahanan peda.

Fungsi Garam dalam Fermentasi

Garam bertugas menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk, sekaligus membantu terciptanya rasa asin yang khas. Selain itu, garam memperpanjang masa simpan ikan tanpa mengubah teksturnya secara drastis.

Mikroorganisme yang Berperan

Beberapa jenis bakteri dan enzim secara alami hadir selama fermentasi. Mikroorganisme ini berperan mempercepat proses pengawetan, membentuk aroma dan rasa yang khas pada peda.

Proses Singkat Pengolahan Peda

Produksi peda dilakukan melalui tahapan sederhana, tetapi memerlukan ketelitian. Setiap tahap bertujuan menjaga mutu dan cita rasa khas dari peda.

Langkah-Langkah Umum Pembuatan Peda

Proses dimulai dengan pembersihan ikan, penambahan garam, lalu penyimpanan dalam wadah tertutup untuk fermentasi selama beberapa hari. Tahapan ini wajib dilakukan secara higienis agar peda yang dihasilkan berkualitas.

Ciri-Ciri Peda yang Berkualitas

Peda yang baik memiliki warna merata, aroma khas yang tidak menyengat berlebihan, dan tekstur daging yang padat. Rasa asin juga terasa seimbang, tidak terlalu tajam atau hambar.

Kesimpulan

Peda merupakan olahan ikan fermentasi yang dibuat dari ikan segar dan garam dengan bantuan mikroorganisme alami. Proses pengolahan dan pemilihan bahan yang tepat sangat menentukan cita rasa dan ketahanan peda. Dengan memahami cara pembuatannya, masyarakat dapat menikmati peda yang aman dan lezat sebagai bagian dari kekayaan kuliner Indonesia.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)