Teknik Pembenihan Ikan Lele: Persiapan Indukan dan Pemijahan Alami
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembenihan ikan lele merupakan tahapan penting dalam budi daya yang menentukan keberhasilan produksi benih. Dengan teknik yang tepat, pembudidaya bisa memperoleh benih unggul secara berkelanjutan. Artikel ini akan mengulas strategi utama dalam pembenihan ikan lele, mulai dari persiapan indukan hingga proses pemijahan alami.
Persiapan Indukan dalam Pembenihan Ikan Lele
Kualitas indukan sangat berpengaruh terhadap hasil pembenihan ikan lele. Pemilihan induk yang sehat menjadi kunci utama dalam menghasilkan benih dengan daya tahan tubuh yang tinggi.
Menurut Helmizuryani dkk. dalam buku Teknik Pembenihan Ikan Lele (Clarias gariepinus Burchell 1822) di Kolam Terpal, memilih indukan untuk pembenihan ikan lele hendaknya dimulai sejak calon indukan masih berukuran sekitar 5-10 cm. Pilih ikan lele yang mempunyai sifat-sifat unggul, seperti tidak cacat, memiliki bentuk tubuh yang baik, gerakannya lincah, dan pertumbuhannya paling cepat.
Ciri-Ciri Indukan Lele Siap Pijah
Indukan betina siap pijah biasanya memiliki perut yang membesar, lubang genital kemerahan, dan gerakan lebih lamban. Sementara itu, indukan jantan dicirikan oleh alat kelamin menonjol dan jika dipijat mengeluarkan cairan putih. Umur ideal indukan lele untuk pembenihan berkisar 8-12 bulan dengan berat minimal 200 gram.
Pemilihan dan Perawatan Indukan
Pemilihan indukan dilakukan berdasarkan kondisi kesehatan, ukuran tubuh seragam, dan riwayat pertumbuhan yang baik. Sebelum proses pemijahan, indukan dipisahkan dan diberi pakan berkualitas agar kondisinya tetap prima. Perawatan yang konsisten membantu meningkatkan tingkat keberhasilan pembenihan.
Teknik Pemijahan Ikan Lele secara Alami
Teknik pemijahan alami menjadi pilihan banyak pelaku usaha budi daya ikan lele, karena dinilai lebih praktis dan ramah lingkungan. Metode ini tidak membutuhkan perlakuan hormon, sehingga lebih mudah diaplikasikan.
Persiapan Kolam Pemijahan
Kolam pemijahan bisa berupa kolam tanah, terpal, atau beton dengan ukuran menyesuaikan jumlah indukan. Media pemijahan seperti ijuk atau kakaban disiapkan di dalam kolam untuk tempat menempelkan telur. Air kolam sebaiknya bersih dan memenuhi standar kualitas.
Proses Pemijahan Alami
Indukan jantan dan betina dimasukkan ke kolam pada sore hari. Proses pemijahan biasanya berlangsung malam hingga pagi hari. Tanda pemijahan berhasil adalah adanya telur yang menempel di kakaban atau media lain.
Menurut Pungky Slamet Wisnu Kusuma dkk. dalam jurnal Pemijahan Ikan Lele dengan Teknik Pemijahan Alam (Natural Spawning) dan Pemijahan Semi Alami (Induced Spawning), lele merupakan ikan yang bersifat kanibal. Oleh karena itu, kedua induk harus segera dipindahkan ke tempat lain setelah memijah.
Penanganan Telur dan Larva
Setelah telur menetas, larva dipindahkan ke kolam khusus untuk mempercepat pertumbuhan. Pemberian pakan alami seperti cacing sutera dapat membantu larva berkembang dengan baik. Penanganan yang tepat memastikan angka kelangsungan hidup larva lebih tinggi.
Kesimpulan
Pembenihan ikan lele menuntut persiapan indukan yang sehat dan teknik pemijahan alami yang terstruktur. Setiap tahapan, mulai dari pemilihan hingga penanganan larva, saling berkaitan untuk menghasilkan benih lele berkualitas. Dengan mengikuti langkah-langkah yang sudah dibuktikan melalui sumber tepercaya, hasil pembenihan dapat lebih optimal dan berkelanjutan.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)