Konten dari Pengguna

Ancaman Penyakit Karat Putih pada Tanaman Krisan dan Cara Mengatasinya

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyakit karat putih pada tanaman krisan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit karat putih pada tanaman krisan. Foto: Pixabay

Penyakit karat putih menjadi salah satu masalah utama pada tanaman hias, khususnya krisan (Dendrathema grandiflora) yang merupakan komoditas bunga potong populer. Jika tidak segera diatasi, penyakit ini dapat menurunkan nilai estetika, menurunkan kesegaran bunga (vase-life) dari 12 hari menjadi hanya 5 hari, serta memicu kehilangan hasil panen hingga 100% pada varietas yang rentan. Memahami gejala serta strategi pengendaliannya merupakan langkah krusial untuk menjaga produktivitas budidaya krisan.

Mengenal Penyakit Karat Putih pada Krisan

Menurut Hanudin dan Budi Marwoto dalam karya ilmiah berjudul Penyakit Karat Putih pada Krisan dan Upaya Pengendaliannya, penyakit ini merupakan kendala utama yang menyerang jaringan mesofil daun. Penyakit ini sangat mudah berkembang di lingkungan dengan kelembapan tinggi dan suhu yang sejuk, sehingga sering muncul pada musim hujan atau di area dengan sirkulasi udara yang tidak lancar.

Apa Itu Penyakit Karat Putih?

Penyakit karat putih adalah infeksi yang disebabkan oleh cendawan Puccinia horiana P. Henn yang bersifat parasit obligat, artinya jamur ini hanya bisa bertahan hidup pada jaringan tanaman yang masih hidup. Infeksi ini ditandai dengan munculnya bercak yang berkembang menjadi pustula berisi kumpulan spora.

Penyebab dan Faktor Pemicu

Penyebab utama penyakit ini adalah spora jamur berupa teliospora dan basidiospora yang menyebar melalui angin, percikan air, atau terbawa melalui bibit, pakaian pekerja, dan peralatan pertanian. Faktor pemicu utamanya adalah kelembapan udara yang sangat tinggi (96-100%) dan suhu optimum sekitar 17° C yang sangat mendukung perkecambahan spora untuk menginfeksi tanaman dalam waktu singkat, yakni sekitar 2 jam.

Gejala Penyakit Karat Putih pada Tanaman Krisan

Gejala serangan umumnya terlihat jelas pada organ daun, namun pada serangan hebat dapat menyebar ke bagian tanaman lainnya. Mengenali tanda-tanda awal melalui konsep "segitiga penyakit" sangat membantu dalam melakukan deteksi dini.

Tanda Awal pada Daun dan Bagian Tanaman Lain

Gejala pertama berupa bercak kecil berwarna kuning di permukaan atas daun, yang kemudian bagian tengahnya berubah menjadi cokelat tua. Di permukaan bawah daun yang searah dengan bercak tersebut, terbentuk tonjolan atau pustula yang awalnya berwarna merah muda lalu berubah menjadi putih.

Dampak Serangan terhadap Pertumbuhan Krisan

Serangan yang berat menyebabkan daun menguning, layu, mengering, hingga akhirnya tanaman mati. Secara ekonomi, hal ini sangat merugikan karena menurunkan kualitas visual bunga, menunda waktu panen, dan menyebabkan penurunan harga jual yang signifikan.

Cara Pengendalian Penyakit Karat Putih

Pengendalian yang efektif harus dilakukan secara terintegrasi dengan menggabungkan teknik budidaya, biologi, dan kimiawi.

Pengendalian Secara Budi Daya

Strategi yang dianjurkan antara lain melakukan perompesan (pembuangan) daun-daun bawah yang terinfeksi untuk mengurangi kelembapan dan sumber inokulum, yang terbukti dapat menekan intensitas penyakit hingga 44% pada tahap awal. Selain itu, pengaturan waktu penyiraman pada pagi hari (sekitar pukul 07.00) lebih baik dalam menekan penyakit dibandingkan penyiraman di sore hari.

Pengendalian Kimia dan Biologi

Secara biologi, penggunaan biopestisida berbahan aktif bakteri antagonis seperti Bacillus subtilis, Pseudomonas fluorescens, dan Corynebacterium sp. efektif menekan serangan hingga 38,49%. Secara kimiawi, penggunaan fungisida sintetis dengan bahan aktif propineb, mankozeb, atau miklobutanil dapat menurunkan intensitas penyakit antara 20-49%.

Rekomendasi Praktis Mencegah Penyakit Karat Putih

Langkah pencegahan terbaik adalah menggunakan varietas yang toleran atau resisten seperti Puspita Nusantara, Puspa Kania, Dwina Kencana, atau varietas introduksi seperti Puma White dan Tiger. Petani juga disarankan melakukan pencelupan setek dalam larutan miklobutanil sebelum tanam dan melakukan disinfeksi peralatan serta alas kaki pekerja menggunakan disinfektan untuk memutus rantai penyebaran.

Kesimpulan

Deteksi dini melalui pemantauan gejala dan penerapan pengendalian terpadu mulai dari penggunaan varietas tahan hingga aplikasi biopestisida, sangat krusial untuk menjaga daya saing komoditas krisan di pasar.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian