Konten dari Pengguna

Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi padi diserang hama wereng. Foto: Syaiful Arif/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi padi diserang hama wereng. Foto: Syaiful Arif/Antara Foto

Serangan hama penyakit tanaman sering datang tanpa tanda yang jelas, seperti daun tiba-tiba menguning, batang berlubang, atau buah membusuk sebelum panen. Jika tidak dikenali sejak dini, kerugian yang ditimbulkan bisa sangat besar, baik pada tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan.

Karena itu, memahami jenis hama dan penyakit tanaman menjadi langkah dasar sebelum menentukan cara pengendalian. Artikel ini merangkum daftar organisme pengganggu tanaman (OPT), mulai dari serangga, nematoda, moluska, hewan pengerat, hingga jamur, bakteri, dan virus penyebab penyakit.

Hama Serangga pada Tanaman

Kelompok serangga menjadi penyebab kerusakan paling umum di lahan pertanian. Mereka menyerang daun, batang, akar, hingga buah.

Hama Pengisap Cairan Tanaman

Contohnya seperti wereng cokelat (brown planthopper/Nilaparvata), wereng hijau (green leafhopper), kutu daun (aphid, Aphis, Myzus), kutu kebul (whitefly, Bemisia), thrips, trips cabai (Thrips tabaci), tungau merah (spider mite, Tetranychus), tungau kuning, kutu putih (mealybug, Planococcus, Pseudococcus), Coccus (scale insect), serta psyllid jeruk (Asian citrus psyllid).

Serangga ini mengisap cairan daun sehingga tanaman lemah dan mudah terserang penyakit mosaik, penyakit keriting daun, hingga penyakit virus kuning seperti Tomato yellow leaf curl virus dan Cucumber mosaic virus. Pada padi, serangan wereng juga berkaitan dengan penyakit tungro (Rice tungro virus).

Hama Penggerek dan Pengunyah

Kelompok ini merusak jaringan tanaman secara langsung. Contohnya penggerek batang padi (Chilo, Scirpophaga), penggerek batang jagung, penggerek tongkol jagung, penggerek buah kakao, penggerek buah kopi (coffee berry borer, Hypothenemus), serta penggerek pucuk.

Ulat seperti ulat grayak (Spodoptera, fall armyworm, armyworm), ulat tanah (cutworm, wireworm), ulat jengkal, ulat kantong, ulat api, ulat penggulung daun, ulat buah tomat (Helicoverpa, fruit borer, corn earworm, bollworm, pink bollworm, Tuta absoluta), dan diamondback moth (Plutella) juga termasuk hama yang cukup mengganggu.

Sementara itu, kumbang seperti kumbang tanduk (Oryctes), kumbang bubuk (Sitophilus, Tribolium), kumbang penggerek batang (bark beetle), dan kumbang daun (leaf beetle, Colorado beetle) juga berkontribusi merusak batang atau hasil panen.

Hama Lainnya

Beberapa hama lain yang sering ditemui antara lain belalang, locust (belalang kembara), kepik hijau (Nezara), kepik penghisap buah (Helopeltis), walang sangit (rice bug, Leptocorisa), lalat buah (fruit fly, Bactrocera), lalat pengorok daun (leaf miner, Liriomyza), lalat bibit (shoot fly, root maggot), orong-orong (mole cricket), dan gall midge (lalat empedu).

Di luar serangga, terdapat rayap (termite), semut api, keong mas (snail pest, slug), tikus sawah (rodent pest), serta burung pipit (bird pest) yang merusak tanaman di sawah.

Nematoda dan Organisme Tanah

Hama mikroskopis seperti nematoda puru akar, nematoda sista, dan kelompok nematode dapat menyerang akar tanaman. Gejalanya berupa benjolan akar, pertumbuhan kerdil, dan daun menguning. Serangan berat dari hama ini seringkali memicu penyakit busuk leher akar atau penyakit klorosis.

Penyakit Tanaman oleh Jamur

Jamur menjadi penyebab utama berbagai penyakit tanaman, terutama saat kondisi lembap.

Penyakit Daun

Contohnya penyakit blas (Magnaporthe, Pyricularia), penyakit hawar daun (leaf blight), penyakit karat daun (leaf rust, Puccinia), penyakit embun tepung (powdery mildew, Erysiphe), dan penyakit embun bulu (downy mildew, Peronospora).

Ada juga penyakit bercak daun, penyakit bercak daun septoria, penyakit bercak alternaria (Alternaria), penyakit bercak target, penyakit bercak cokelat, penyakit bercak ungu, dan penyakit karat putih.

Penyakit Busuk dan Layu

Jamur seperti Fusarium, Phytophthora, Pythium, Rhizoctonia, Sclerotium, Sclerotinia, dan Botrytis menyebabkan penyakit busuk akar (root rot), penyakit busuk batang (stem rot), penyakit busuk buah (fruit rot), penyakit busuk pangkal batang, penyakit busuk umbi, penyakit busuk abu-abu, hingga penyakit busuk kering.

Selain itu, terdapat penyakit layu fusarium (Fusarium wilt), penyakit antraknosa (anthracnose, Colletotrichum), penyakit rebah semai (damping off), dan penyakit akar gada (clubroot). Pada tanaman padi, penyakit gosong palsu (Ustilago) serta penyakit hawar pelepah juga sering muncul.

Penyakit oleh Bakteri

Bakteri seperti Xanthomonas, Erwinia, Ralstonia, Agrobacterium, dan Bacillus patogen memicu penyakit hawar bakteri, penyakit layu bakteri (Bacterial wilt), penyakit kanker batang (Crown gall), penyakit busuk lunak (soft rot), dan penyakit busuk hitam (Black rot). Gejalanya biasanya berupa bercak berair, lendir, atau tanaman layu mendadak meski tanah cukup air.

Penyakit oleh Virus

Serangan virus sulit dikendalikan karena tidak terlihat secara kasat mata. Contohnya virus mosaik tembakau (Tobacco mosaic virus), Bean common mosaic virus, virus kuning keriting, dan Yellowing virus.

Gejalanya berupa penyakit mosaik, penyakit keriting daun (leaf curl), penyakit kerdil, serta perubahan warna daun tidak merata. Penyakit seperti penyakit CVPD pada jeruk dan penyakit bulai pada jagung juga berkaitan dengan infeksi patogen dan vektor serangga.

Perbedaan Hama dan Penyakit Tanaman

Hama seperti stem borer, leaf miner, atau fruit fly merusak secara fisik karena memakan jaringan tanaman. Sementara itu, penyakit seperti late blight, early blight, atau scab disebabkan mikroorganisme yang menginfeksi jaringan.

Jika hama terlihat langsung, penyakit dapat dikenali dari gejalanya. Karena itu, identifikasi awal sangat penting sebelum melakukan pengendalian.

Prinsip Pengendalian Terpadu

Pengendalian hama penyakit tanaman sebaiknya dilakukan secara terpadu. Petani dapat menggunakan varietas tahan, rotasi tanaman, sanitasi lahan, serta pengendalian hayati.

Penggunaan pestisida kimia tetap diperbolehkan, tetapi harus sesuai dosis dan waktu aplikasi. Sementara itu, pemantauan rutin membantu mendeteksi serangan sejak dini sehingga kerusakan bisa ditekan.

Dengan memahami berbagai jenis hama dan penyakit tanaman, petani dapat mengambil keputusan yang tepat. Pencegahan selalu lebih murah dan efektif dibandingkan mengatasi kerusakan saat sudah parah.