Konten dari Pengguna

Keong Mas: Ciri Serangan dan Cara Pengendalian Efektif di Lahan Sawah

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi keong mas. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keong mas. Foto: Pixabay

Keong mas dikenal sebagai salah satu hama utama pada tanaman pangan, terutama padi sawah. Hama ini dapat menyebabkan kerugian besar bila tidak segera ditangani dengan strategi yang tepat. Oleh sebab itu, penting bagi petani untuk memahami ciri serangan keong mas dan berbagai cara pengendaliannya agar hasil panen tetap optimal.

Pengenalan Keong Mas

Keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) merupakan organisme pengganggu tanaman (OPT) utama pada tanaman padi di berbagai wilayah Indonesia. Spesies ini sangat berbahaya karena menyerang tanaman sejak fase persemaian hingga pertanaman, terutama saat padi berumur 1–7 hari setelah pindah tanam hingga usia 30 hari. Pengendalian yang tidak serius terhadap hama ini akan menghambat produktivitas karena keong mas memakan bakal anakan tanaman padi.

Ciri-ciri Serangan Keong Mas pada Tanaman Padi

Serangan keong mas di sawah memiliki karakteristik yang sangat merusak dan progresif.

Gejala Awal Serangan

Gejala serangan diawali dengan hilangnya bakal anakan padi akibat dimakan oleh hama ini. Jika populasi tinggi, bibit yang baru ditanam bisa habis dalam waktu singkat.

Dampak Kerusakan pada Tanaman

Kerusakan paling berat terjadi pada masa awal pertumbuhan yang mengakibatkan jumlah rumpun padi berkurang drastis. Hal ini secara langsung menurunkan populasi tanaman per satuan luas dan mengancam efisiensi produksi nasional.

Cara Pengendalian Keong Mas

Pengendalian disarankan menggunakan pendekatan ramah lingkungan untuk mengurangi residu pestisida kimia sintetis.

Metode Mekanis

Dilakukan dengan mengumpulkan keong mas secara manual dari lapangan. Pengambilan biasanya difokuskan pada individu berukuran cangkang 2,5–3 cm dan penghancuran kelompok telur yang menempel pada tanaman atau saluran air.

Pengendalian Hayati dengan Ekstrak Buah Bitung

Pemanfaatan pestisida nabati dari biji buah Bitung (Barringtonia asiatica L.) terbukti sangat efektif. Berdasarkan riset Menurut Jusuf Manueke dalam Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 berjudul Pengendalian Hama Keong Emas pada Tanaman Padi Sawah dengan Menggunakan Ekstrak Buah Bitung (Baringtonia asiatica L.), ekstrak biji bitung mengandung senyawa (diduga saponin) yang menyebabkan keluarnya lendir berlebih pada tubuh keong, menghambat pernapasan, hingga akhirnya tubuh terlepas dari cangkang dan mati. Dosis Efektif yaitu dengan konsentrasi 15% merupakan dosis ideal karena mampu menghasilkan mortalitas di atas 50%.Efektivitas Maksimal: Pada konsentrasi 20%, mortalitas dapat mencapai 78,33% dalam waktu pengamatan 12 jam hingga 5 hari setelah aplikasi.

Tips Pencegahan Lanjutan

Pencegahan dapat dilakukan dengan manajemen pengairan yang baik dan memastikan kebersihan lahan dari gulma yang bisa menjadi tempat berlindung hama.

Kesimpulan

Keong mas adalah ancaman serius bagi petani padi, namun dapat dikendalikan melalui pendekatan terintegrasi. Penggunaan ekstrak biji Bitung (Barringtonia asiatica L.) dengan konsentrasi minimal 15% menawarkan solusi bio-pestisida yang efektif dan lebih aman bagi ekosistem dibandingkan bahan kimia sintetis.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian