Konten dari Pengguna

Ciri Serangan dan Cara Pengendalian Hama Kumbang Penggerek Batang Kelapa Sawit

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kumbang penggerek batang kelapa sawit. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kumbang penggerek batang kelapa sawit. Foto: Pixabay

Kumbang penggerek batang, atau yang lebih dikenal sebagai kumbang tanduk, merupakan hama utama yang sangat merugikan di perkebunan kelapa sawit. Serangan hama ini tidak hanya mengganggu pertumbuhan, tetapi dalam skala besar mampu menurunkan hasil panen buah pertama hingga 60%.

Mengenal Kumbang Penggerek Batang pada Sawit

Apa itu Kumbang Penggerek Batang?

Hama ini memiliki nama ilmiah Oryctes rhinoceros Linn. dari ordo Coleoptera. Kumbang dewasa menyerang dengan cara menggerek melalui pangkal batang hingga mencapai titik tumbuh tanaman.

Siklus Hidup dan Habitatnya

Kumbang ini berkembang biak dengan sangat baik di area yang memiliki ketersediaan makanan yang kontinu, seperti dtanaman dengan variasi umur tanaman dari 3 hingga di atas 15 tahun. Habitat favoritnya adalah sisa-sisa batang yang membusuk atau tumpukan tandan kosong.

Ciri-Ciri Serangan Kumbang Penggerek Batang

Gejala Awal Serangan pada Tanaman

Serangan ditandai dengan adanya bekas gerekan pada pucuk atau janur yang baru terbuka, yang seringkali berbentuk huruf "V" atau guntingan. Selain itu, serangan pada tanaman muda dapat menunda masa panen secara signifikan.

Dampak Kerusakan pada Produktivitas Sawit

Serangan berat pada titik tumbuh dapat mengakibatkan kematian tanaman hingga 25%. Pada tanaman tua, serangan ini menyebabkan penurunan mutu buah menjadi sangat rendah serta pengurangan produksi sekitar 0,2 - 0,3 ton/ha selama 18 bulan pertama panen.

Pengendalian Fisik dan Mekanis

Petani secara tradisional melakukan teknik hand picking atau memungut dan mengumpulkan larva O. rhinoceros secara langsung untuk dimusnahkan.

Pengendalian Hayati Ramah Lingkungan

Penggunaan insektisida kimia mulai dikurangi karena harganya yang mahal dan dampak residunya bagi ekosistem. Pengendalian berbasis pestisida nabati menjadi pilihan yang lebih tepat dan berkelanjutan.

Inovasi Penggunaan Buah Nanas

Penelitian Rini Susanti dalam IHSAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 berjudul Pengendalian Hama Penggerek Batang Sawit Oryctes rhinoceros Dengan Menggunakan Buah Nanas Yang Ekonomis Dan Ramah Lingkungan Di Desa Stabat Lama Barat Kecamatan Wampu, menyoroti penggunaan buah nanas (Ananas comosus) sebagai feromon alami. Buah nanas mengandung senyawa volatil dengan aroma khas yang mampu menarik serangga jantan karena dianggap sebagai feromon seks dari serangga betina. Selain itu, kandungan asam nitrat, bromelin, dan fenol pada nanas memiliki kemampuan merusak membran sel bakteri patogen. Penggunaan perangkap nanas terbukti mampu menangkap rata-rata 13,8 ekor kumbang dalam pengujian tertentu.

Tips Pencegahan Serangan Ulang

Penyuluhan dan pelatihan bagi kelompok tani dapat ditekankan melalui peningkatan keterampilan pembuatan perangkap menggunakan ember dan seng plat yang diisi potongan buah nanas.

Kesimpulan

Pengendalian Oryctes rhinoceros menggunakan buah nanas adalah strategi yang ekonomis dan ramah lingkungan. Metode ini efektif menurunkan populasi hama hingga 95% jika diaplikasikan secara konsisten di lapangan.Petani direkomendasikan untuk beralih dari feromon kimiawi yang mahal ke feromon organik dari nanas guna meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan perkebunan.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian