Konten dari Pengguna

Gejala Serangan dan Cara Pengendalian Hama Orong-orong pada Tanaman Padi

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hama orong-orong. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hama orong-orong. Foto: Pixabay

Serangan hama orong-orong menjadi salah satu ancaman utama pada budi daya komoditas tanaman pangan, khususnya padi. Hama ini dikenal merusak akar dan batang tanaman muda, sehingga petani perlu memahami gejala serangan serta strategi pengendaliannya.

Mengenal Orong-orong

Orong-orong termasuk serangga berukuran sedang dengan tubuh cokelat kehitaman, capit besar di bagian depan, dan kaki khusus yang berfungsi untuk menggali tanah. Hewan ini umumnya ditemukan di lahan pertanian atau sawah yang lembap, terutama pada awal musim tanam.

Siklus Hidup

Siklus hidup orong-orong meliputi telur, nimfa, hingga dewasa. Dalam setiap tahapannya, orong-orong tetap aktif di bawah permukaan tanah dan dapat menyerang akar tanaman, khususnya pada masa tanam awal atau stadia vegetatif.

Gejala Serangan Orong-orong pada Tanaman Padi

Hama orong-orong juga dapat menyerang padi dan menunjukkan gejala khas pada padi. Tanaman yang terserang biasanya tampak roboh, layu, atau mati mendadak. Lubang dan gundukan tanah di sekitar tanaman menandakan aktivitas orong-orong di bawah permukaan.

Menurut Solikhin dan Purnomo dalam Jurnal Agrotek Tropika Vol. 8 No. 2 berjudul Populasi Orong-Orong (Gryllotalpa spp.) dan Kerusakan Tanaman Padi Musim Tanam Gadu di Punggur, Lampung Tengah, kerusakan orong-orong paling terasa pada tanaman padi muda yang baru ditanam. Akar yang rusak membuat tanaman sulit tumbuh optimal.

Dampak Populasi Orong-orong Terhadap Kerusakan

Populasi hama orong-orong yang tinggi akan berbanding lurus dengan peningkatan kerusakan pada tanaman padi. Semakin banyak orong-orong di lahan, semakin besar risiko gagal panen akibat kematian tanaman muda. Tingginya populasi orong-orong akan memperparah intensitas kerusakan di lahan sawah. Kondisi ini menuntut petani untuk waspada dan melakukan pengawasan atau monitoring rutin.

Cara Pengendalian Orong-orong

Pengendalian Mekanis

Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis dengan mengambil orong-orong secara manual jika ditemukan di lahan atau pada saat persiapan lahan dengan cara mengolah tanah dengan baik sebelum tanam. Cara ini membantu menekan jumlah hama yang bersembunyi di dalam tanah.

Pengendalian Kimiawi

Sementara itu, pengendalian kimia menggunakan insektisida tertentu dapat diterapkan bila serangan cukup parah. Penggunaan insektisida ramah lingkungan tetap disarankan agar tidak merusak keseimbangan ekosistem. Pendekatan pengendalian terpadu terbukti efektif menurunkan populasi orong-orong.

Kesimpulan

Serangan orong-orong menjadi ancaman nyata bagi petani tanaman padi, terutama saat masa tanam awal atau stadia vegetatif. Memahami gejala serangan dan cara pengendalian orong-orong sangat penting bagi petani agar kerugian bisa diminimalisir. Dengan kombinasi strategi mekanis dan kimia yang tepat, populasi orong-orong dapat ditekan sehingga produktivitas padi tetap terjaga.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian