Konten dari Pengguna

Penyakit Kanker Batang pada Tanaman Duku: Gejala dan Pengendalian

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyakit kanker batang tanaman duku. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit kanker batang tanaman duku. Foto: Pixabay

Tanaman buah-buahan seperti duku (Lansium domesticum Corr.) termasuk kelompok hortikultura yang populer di Indonesia dan memiliki nilai gizi tinggi, terutama kandungan vitamin C. Salah satu masalah serius yang kerap menyerang tanaman ini, khususnya di Provinsi Jambi, adalah penyakit kanker batang yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Gangguan ini bisa menghambat pertumbuhan bahkan mematikan seluruh populasi pohon duku bila tidak ditangani dengan tepat.

Mengenal Penyakit Kanker Batang

Penyakit kanker batang pada tanaman duku disebabkan oleh jamur patogen yang menyerang jaringan kulit hingga kayu batang. Berdasarkan publikasi Penyakit Kanker Batang pada Tanaman Duku oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi, penyakit ini mulai marak menyebabkan kematian massal pohon duku di beberapa kabupaten sejak tahun 2005. Jamur ini berkembang pesat terutama pada kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhannya.

Penyebab Utama Kanker Batang

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penyebab utama penyakit ini adalah jamur Phytophthora sp.. Patogen ini diketahui identik dengan Phytophthora palmivora, jenis jamur yang juga sering menyerang batang tanaman durian.

Cara Penyebaran Penyakit

Penyakit ini menyebar melalui berbagai media, termasuk spora yang terbawa oleh aliran air atau percikan air hujan. Selain itu, penggunaan alat pertanian yang tidak steril dapat menjadi perantara perpindahan jamur dari pohon sakit ke pohon sehat. Kebun dengan sistem drainase yang buruk dan kelembapan tinggi selama musim hujan akan mempercepat proses infeksi.

Dampak pada Tanaman Duku

Dampak serangan ini sangat fatal dan merugikan petani secara ekonomi. Tanaman muda (di bawah 10 tahun) dapat mati hanya dalam waktu kurang dari satu bulan setelah gejala muncul, sementara tanaman tua (di atas 10 tahun) biasanya bertahan selama 2 hingga 3 bulan sebelum akhirnya mati total.

Gejala Penyakit Kanker Batang

Gejala penyakit ini memiliki ciri khas yang sangat spesifik pada bagian batang utama tanaman. Pemantauan rutin sangat diperlukan karena perluasan infeksi berlangsung sangat cepat.

Tanda Awal pada Batang dan Cabang

Gejala awal ditandai dengan kulit batang yang mulai mengering dan mengelupas. Proses pengelupasan ini umumnya dimulai dari bagian bawah batang lalu merambat naik ke arah atas.

Perubahan Warna dan Tekstur Jaringan

Pada bagian kayu di bawah kulit yang mengelupas, akan ditemukan bercak-bercak hitam yang semakin lama jumlahnya semakin banyak. Selain itu, sering ditemukan adanya massa spora cendawan yang berwarna putih dan hitam pada jaringan kayu tersebut.

Gejala Lanjutan yang Perlu Diwaspadai

Jika infeksi sudah meluas, bagian belahan batang yang mengelupas akan menyebabkan kematian pada cabang dan ranting di atasnya. Daun-daun akan mulai menguning, mengering, lalu gugur secara bertahap hingga seluruh tanaman menjadi gundul dan mati.

Contoh Kasus di Lapangan

Banyak kasus di kabupaten seperti Merangin, Batang Hari, hingga Tebo menunjukkan bahwa kematian mendadak pohon duku selalu diawali dengan gejala kulit mengelupas dan munculnya spora jamur pada batang kayu.

Pengendalian Penyakit Kanker Batang

Pengendalian kanker batang membutuhkan langkah terpadu sesuai rekomendasi teknis untuk menekan kerugian petani.

Langkah Pencegahan Awal

Pencegahan dimulai dengan penggunaan bibit yang benar-benar sehat dan pengaturan drainase kebun yang baik. Pastikan air hujan tidak menggenang atau mengenai pangkal batang, terutama saat musim hujan. Lakukan pemupukan berimbang dan hindari pelukaan akar saat melakukan penyiangan gulma agar tanaman memiliki daya tahan yang kuat.

Metode Pengendalian secara Mekanis

Jika ditemukan infeksi, bagian kulit yang sakit harus segera dikupas atau dipotong. Penting untuk ikut membuang kulit sehat di sekeliling luka minimal selebar 1 cm untuk memastikan jamur tidak tersisa. Selain itu, alat pertanian yang digunakan harus dibersihkan dengan carbolineum plantarium 50%.

Penggunaan Pestisida dan Fungisida

Luka bekas kupasan batang harus segera dioles dengan fungisida seperti Mankozeb (Dithane M-45) atau Oksiklorida Tembaga (Cupravit OB21). Untuk tanaman dengan gejala awal, dapat dilakukan pengobatan sistemik menggunakan bahan aktif asam fosfit dengan metode suntik batang atau pengolesan sebelum masa berbunga.

Rekomendasi Praktis untuk Petani

Petani disarankan melakukan pemeriksaan pohon secara teliti setiap bulan selama musim hujan. Jika kebun sudah terserang sangat berat (infeksi masif), tindakan eradikasi atau pembongkaran tanaman harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran ke area lain.

Kesimpulan

Penyakit kanker batang yang disebabkan oleh Phytophthora sp. adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan kebun duku. Namun, penyakit ini dapat dikendalikan melalui deteksi dini, perbaikan sanitasi kebun, serta aplikasi fungisida yang tepat. Sinergi antara perawatan mekanis dan kimiawi sangat diperlukan agar produktivitas duku tetap terjaga.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian