Gejala Penyakit Blas pada Tanaman Padi dan Cara Pengendaliannya
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit blas sering menjadi ancaman serius bagi petani padi di Indonesia. Serangan penyakit ini bisa menurunkan hasil panen secara drastis jika tidak dikenali sejak awal dan ditangani dengan tepat. Untuk itu, pemahaman tentang gejala penyakit blas serta cara pengendaliannya sangat penting bagi keberhasilan budi daya padi sebagai tanaman pangan utama.
Mengenal Penyakit Blas pada Padi
Menurut Halijah dalam publikasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat berjudul Penyakit Blas pada Tanaman Padi dan Cara Pengendaliannya, penyakit blas adalah salah satu masalah utama yang menyerang tanaman padi. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan luas pada pertanaman, sehingga perlu diwaspadai oleh petani, terutama di lahan sawah.
Apa Itu Penyakit Blas?
Penyakit blas merupakan infeksi jamur yang menyerang tanaman padi. Jamur ini tumbuh dan berkembang terutama saat kondisi lingkungan lembap dan suhu cukup hangat. Serangan dapat terjadi di semua fase pertumbuhan padi, dari bibit hingga masa panen.
Penyebab dan Siklus Hidup Penyakit Blas
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae. Jamur penyebab blas dapat bertahan pada sisa tanaman atau benih terinfeksi, lalu menyebar melalui angin dan percikan air. Siklus hidup jamur ini berlangsung cepat, sehingga penyebaran bisa terjadi dalam waktu singkat.
Gejala Penyakit Blas pada Tanaman Padi
Gejala penyakit blas pada padi bisa diamati sejak awal hingga tahap lanjut. Penting bagi petani untuk mengenalinya agar pengendalian bisa dilakukan sedini mungkin.
Gejala Awal pada Daun
Serangan blas umumnya muncul sebagai bercak berbentuk lonjong dengan tepi berwarna cokelat dan bagian tengah keabu-abuan. Bercak ini biasanya muncul pada daun muda dan menyebar dengan cepat jika cuaca mendukung.
Dampak Lanjutan pada Tanaman
Jika tidak ditangani, penyakit blas dapat menyerang bagian pangkal batang dan malai padi. Hal ini menyebabkan malai kering sebelum waktunya, sehingga bulir padi tidak terisi sempurna.
Kerugian yang Ditimbulkan
Penyakit blas dapat menyebabkan:
Penurunan hasil panen padi secara signifikan
Kerusakan pada malai sehingga bulir tidak berkembang
Penurunan kualitas gabah sehingga harga jual turun
Cara Pengendalian Penyakit Blas
Strategi pengendalian penyakit blas perlu diterapkan secara terpadu agar hasilnya optimal. Ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan oleh petani.
Pengendalian Secara Budi Daya
Pengendalian bisa dimulai dari penggunaan varietas padi yang tahan blas. Selain itu, pengaturan jarak tanam yang ideal dan pengelolaan pengairan yang baik dapat menekan perkembangan penyakit.
Pengendalian Kimia dan Hayati
Penggunaan fungisida menjadi pilihan saat serangan blas cukup parah. Di sisi lain, pemanfaatan agens hayati, seperti jamur antagonis, dapat membantu mengurangi populasi patogen di lahan.
Rekomendasi Praktis untuk Petani
Petani sebaiknya melakukan monitoring rutin, menggunakan benih sehat, serta membersihkan sisa tanaman setelah panen. Cara ini membantu memutus siklus hidup jamur blas dan menurunkan risiko serangan di musim berikutnya.
Kesimpulan
Penyakit blas pada tanaman padi merupakan tantangan besar dalam budidaya tanaman pangan utama di Indonesia. Gejala penyakit blas harus dikenali sejak awal agar pengendalian bisa dilakukan secara efektif. Dengan strategi pengendalian yang tepat, risiko kerugian akibat penyakit ini dapat ditekan, sehingga hasil panen tetap optimal.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian