Konten dari Pengguna

Gejala Serangan dan Cara Pengendalian Hama Kepik Hijau

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hama kepik hijau. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hama kepik hijau. Foto: Pixabay

Hama kepik hijau menjadi salah satu ancaman bagi petani di berbagai daerah. Serangan hama ini dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman pangan, hortikultura, hingga tanaman perkebunan. Dengan memahami gejala serangan dan strategi pengendalian yang tepat, risiko kerugian hasil panen dapat diminimalisir.

Mengenal Kepik Hijau

Kepik hijau (Nezara viridula) merupakan serangga dari ordo Hemiptera yang memiliki ciri khas berupa bentuk tubuh menyerupai tameng atau perisai dengan lima sisi. Serangga ini mengalami metamorfosis tidak sempurna, yang berarti tidak melalui fase pupa. Siklus hidupnya dimulai dari telur berbentuk tabung yang diletakkan secara berkelompok di bawah daun (sekitar 130-150 butir), kemudian menetas menjadi nimfa yang mengalami lima tahap pergantian kulit (instar) sebelum menjadi imago (dewasa) dalam waktu kurang lebih dua bulan.

Gejala Serangan Kepik Hijau

Tanda Awal Serangan

Kepik hijau menyerang dengan cara menusuk dan menghisap cairan tanaman menggunakan tipe mulut penusuk-penghisap. Pada tanaman padi atau polong-polongan, mereka menyerang bagian malai atau polong yang sedang mengisi cadangan makanan berupa karbohidrat dan sukrosa.

Dampak pada Tanaman

Menurut Suryanto dalam Hama dan penyakit tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, masalah dan solusinya, serangan ini menyebabkan polong atau bulir menjadi kosong (hampa) atau kempong. Kerusakan yang ditimbulkan bahkan dapat mencapai 60% per hektar jika tidak dikendalikan.

Pengendalian Hama Kepik Hijau

Pengendalian Hayati: Streptomyces spp.

Berdasarkan kajian Laksamana Agadhia Raharjo dkk. dalam jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Modern Vol. 2021 berjudul Prospek Pengendalian Hayati Hama Kepik Hijau (Nezara viridula) Menggunakan Streptomyces spp., penggunaan bakteri gram positif Streptomyces spp. menawarkan potensi besar sebagai Agensia Pengendali Hayati (APH). Keunggulan utama bakteri ini adalah kemampuannya menghasilkan enzim kitinase. Enzim ini bekerja dengan cara mengurai senyawa kitin pada exoskeleton (kerangka luar) tubuh kepik hijau yang tersusun atas senyawa polisakarida, sehingga dapat melumpuhkan hama tersebut.

Tantangan Pengendalian Kimia

Meskipun pestisida kimia sering digunakan karena murah dan mudah didapat, penggunaan berlebih dapat menyebabkan resistensi hama, pencemaran air tanah, hingga masalah kesehatan. Mutasi genetik pada serangga memungkinkan mereka beradaptasi terhadap bahan kimia yang digunakan secara terus-menerus.

Pengendalian Mekanis dan Budi Daya

Selain penggunaan APH, pengendalian dapat dilakukan melalui rotasi tanam, pemasangan perangkap (trap), dan pembersihan gulma untuk memutus siklus hidup hama. Penggunaan APH seperti Streptomyces spp. atau jamur Trichoderma sp. dianggap sebagai investasi jangka panjang karena mikroba ini dapat berkembang biak secara alami di lahan jika kondisinya sesuai.

Kesimpulan

Kepik hijau merupakan hama penting dengan sebaran luas yang menyerang bagian produktif tanaman. Inovasi pengendalian menggunakan Streptomyces spp. memberikan harapan baru sebagai alternatif ramah lingkungan melalui produksi enzim kitinase. Pendekatan terpadu yang mengombinasikan teknik budidaya dan agensia hayati sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan ekosistem dan keberlanjutan hasil panen.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian