Konten dari Pengguna

Penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma) pada Kelapa Sawit

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyakit busuk pangkal batang tanaman kelapa sawit. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit busuk pangkal batang tanaman kelapa sawit. Foto: Pixabay

Penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) merupakan tantangan terbesar bagi industri kelapa sawit di Indonesia. Penyakit ini menyerang sistem vaskular pada pangkal batang, yang jika tidak dimitigasi sejak dini, dapat menyebabkan kematian tanaman secara massal. Pemahaman mendalam mengenai gejala klinis dan integrasi metode pengendalian sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan dan kesehatan kebun.

Gejala Penyakit Busuk Pangkal Batang

Penyakit busuk pangkal batang pada kelapa sawit disebabkan oleh jamur patogen tular tanah, Ganoderma boninense. Menurut Wildah Adhwiyah Hasibuan dan Hartini dalam Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian berjudul Kajian Serangan Penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma boninense) terhadap Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit, serangan jamur ini tidak hanya merusak fisik tanaman tetapi juga memberikan koreksi negatif yang signifikan terhadap hasil kebun secara keseluruhan. Gejala penyakit ini berkembang secara progresif dari tahap asimtomatik hingga kolapsnya tanaman.

Tanda Awal yang Muncul pada Tanaman

Pada fase awal infeksi, gejala sering kali menyerupai defisiensi hara atau cekaman air. Daun kelapa sawit mulai tampak menguning (klorosis) dan terlihat kusam. Salah satu ciri khasnya adalah akumulasi daun tombak yang tidak membuka (minimal 3 daun tombak). Selain itu, pelepah bagian bawah akan terkulai (sengkleh) dan menjadi lebih rapuh sehingga mudah patah. Pada tahap ini, kerusakan internal di pangkal batang biasanya sudah mencapai 20-30% meskipun belum terlihat dari luar.

Ciri-Ciri Serangan Lanjutan

Memasuki fase lanjut, struktur jamur berupa tubuh buah (basidiokarp) yang berbentuk seperti kipas atau cakram mulai muncul di permukaan pangkal batang. Jaringan internal batang mengalami degradasi (lignin hancur), berubah warna menjadi cokelat kehitaman, dan mengeluarkan bau busuk yang khas. Kondisi ini merusak sistem transportasi air dan nutrisi, menyebabkan tanaman kehilangan stabilitas struktural dan sangat rentan roboh oleh tiupan angin atau beban buah.

Dampak Terhadap Produktivitas

Penyakit BPB secara langsung menurunkan Yield atau hasil panen per hektar. Penurunan produktivitas terjadi karena mengecilnya ukuran Tandan Buah Segar (TBS) dan berkurangnya jumlah tandan per pohon akibat terganggunya metabolisme tanaman. Infeksi yang tidak terkendali menyebabkan populasi tanaman per hektar (SPH) berkurang drastis, yang berujung pada kerugian ekonomi jangka panjang bagi pemilik kebun.

Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang

Pengendalian BPB tidak dapat dilakukan dengan metode tunggal, melainkan melalui strategi manajemen penyakit terpadu yang dimulai dari masa replanting hingga pemeliharaan tanaman menghasilkan (TM).

Metode Pengendalian Secara Budi Daya

Langkah preventif utama adalah pemilihan bahan tanaman (bibit) yang memiliki toleransi tinggi terhadap Ganoderma. Selain itu, sanitasi sumber infeksi sangatlah vital; ini mencakup pembongkaran tunggul-tunggul lama dan pembersihan sisa-sisa batang pada saat peremajaan kebun. Pembuatan parit isolasi juga efektif untuk memutus kontak akar antara tanaman sehat dan tanaman yang terinfeksi guna menghambat penyebaran miselium di bawah tanah.

Penggunaan Agens Hayati dan Kimia

Secara biologis, pemanfaatan agens hayati seperti Trichoderma spp. telah terbukti efektif menekan pertumbuhan Ganoderma melalui mekanisme kompetisi dan mikoparasit. Pengaplikasian Trichoderma sebaiknya dilakukan sejak di pembibitan hingga lubang tanam. Di sisi lain, penggunaan fungisida sistemik berbahan aktif golongan heksakonazol atau prophiconazole dapat digunakan sebagai tindakan kuratif melalui metode injeksi batang atau infus akar, namun harus dilakukan secara presisi agar efektif dan ramah lingkungan.

Strategi Pencegahan Lanjutan

Keberhasilan pengendalian di lapangan sangat bergantung pada sistem monitoring dan deteksi dini. Pengawasan rutin setiap 3 bulan sekali melalui sensus pohon sangat direkomendasikan. Tindakan cepat seperti pembedahan batang (pembumbunan) pada tanaman yang baru terinfeksi dapat memperpanjang masa produktif tanaman sebelum akhirnya harus dieradikasi.

Kesimpulan

Penyakit Busuk Pangkal Batang yang disebabkan oleh Ganoderma boninense adalah ancaman serius yang dapat melumpuhkan produktivitas kelapa sawit. Identifikasi gejala yang akurat pada tahap awal serta penerapan teknik pengendalian terpadu, mulai dari sanitasi lahan, penggunaan agen hayati, hingga monitoring berkala merupakan kunci utama dalam menjaga populasi tanaman dan profitabilitas kebun.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian