Ciri Serangan dan Pengendalian Burung Pipit pada Tanaman
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Burung pipit dikenal sebagai salah satu hama utama pada tanaman pangan, terutama padi di lahan sawah. Serangan burung ini dapat menimbulkan kerugian signifikan jika tidak dikendalikan dengan baik. Penting bagi petani untuk mengenali ciri serangan dan strategi pengendalian agar hasil panen tetap optimal.
Mengenal Burung Pipit sebagai Hama Pertanian
Burung pipit juga biasa sering dikenal sebagai emprit adalah organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang datang saat padi memasuki masa pengisian bulir hingga masa kematangan bulir. Hama ini sangat sulit dikendalikan karena cepat menyesuaikan diri dengan berbagai habitat, mulai dari lahan pertanian, hutan, hingga pemukiman penduduk.
Karakteristik Burung Pipit
Burung pipit adalah pemakan biji-bijian yang selalu bergerak dalam kelompok besar atau gerombolan saat terbang dan menyerang tanaman. Seekor burung pipit mampu mengonsumsi biji-bijian sebanyak 10% dari berat tubuhnya, atau setara dengan 5 gram per hari per ekor. Bayangkan jika serangan dilakukan oleh ribuan ekor sekaligus.
Dampak Serangan terhadap Tanaman
Kehadiran burung ini berdampak langsung pada penurunan produksi. Tanpa pengendalian yang tepat, kehilangan hasil panen dapat mencapai 90 persen. Selain mengurangi jumlah bulir, serangan ini menyebabkan padi mengering dan biji menjadi hampa.
Ciri-ciri Serangan Burung Pipit pada Tanaman
Serangan biasanya terjadi setiap hari secara terus-menerus. Petani perlu waspada pada waktu-waktu kritis, yaitu pagi hari pukul 06.00–10.00 dan sore hari pukul 14.00–18.00 saat burung aktif mencari makan.
Tanda Fisik Kerusakan dan Pola Serangan
Padi yang diserang biasanya menunjukkan kerusakan pada malai. Karena mereka menyerang dalam kelompok besar, banyak bulir padi yang hilang dalam waktu singkat. Serangan umumnya dimulai saat tanaman padi telah berumur sekitar 70 hari setelah tanam atau pada fase masak susu.
Cara Efektif Mengendalikan Hama Burung Pipit
Strategi pengendalian yang tepat sangat menentukan efisiensi waktu dan biaya petani.
Penggunaan Jaring sebagai Solusi Utama
Merujuk Andi Kahfiani dalam buku Jaring, Cara Jitu Kendalikan Hama Burung Pipit, burung pipit (Lonchura punctulata L) atau yang Pemasangan jaring pengaman merupakan alternatif yang memberikan hasil sangat signifikan. Petani di Kelurahan Parangloe telah membuktikan bahwa jaring adalah metode yang efisien, efektif, dan ramah lingkungan.
Keunggulan: Dapat menekan biaya upah buruh jaga (sebesar Rp100.000–150.000/hari) dan meningkatkan produksi hingga 50-70 persen.
Spesifikasi: Jaring yang digunakan biasanya berukuran lubang 0,15 x 2,5 inchi. Untuk lahan 0,7 hektar, dibutuhkan sekitar 30 lembar jaring ukuran 6 x 40 meter.
Investasi: Meski harga jaring berkisar Rp83.000–87.000 per lembar, masa pakainya bisa mencapai 5 tahun atau lebih, sehingga lebih ekonomis dalam jangka panjang.
Metode Lain dalam Pengendalian
Beberapa cara mekanik tradisional meliputi
Pemasangan orang-orangan sawah yang dihubungkan dengan tali dan kaleng bekas untuk menimbulkan suara bising.
Pemasangan kincir angin dengan kaleng sebagai sumber bunyi.
Penggunaan tali horizontal yang dilengkapi kain perca atau lembaran plastik di seluruh penjuru sawah.
Tips Pencegahan dan Kolaborasi Petani
Pemasangan jaring sebaiknya dilakukan sebelum padi memasuki fase pengisian bulir. Selain itu, kolaborasi antar petani dalam kelompok tani (seperti Gapoktan Bersatu di Parangloe) untuk memasang jaring secara kompak terbukti efektif melindungi hamparan sawah secara luas.
Kesimpulan
Burung pipit adalah hama yang sangat merugikan, namun dapat dikendalikan dengan teknologi yang tepat. Pemasangan jaring pengaman terbukti lebih unggul dibandingkan metode pengusiran manual karena mampu menekan kehilangan hasil secara drastis, menghemat biaya tenaga kerja, dan memberikan ketenangan bagi petani hingga masa panen tiba.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian