Mengatasi Hama Tungau Merah: Panduan Pengendalian Terpadu untuk Petani Ubi Kayu
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tungau merah menjadi salah satu hama utama pada berbagai tanaman pangan, terutama ubi kayu, dengan potensi kehilangan hasil yang sangat serius. Di Indonesia, hama ini menjadi kendala utama terutama saat musim kemarau karena kondisi lingkungan yang mendukung lonjakan populasi. Memahami gejala serangan dan strategi pengendalian terintegrasi sangat penting agar produktivitas dan pendapatan petani tetap terjaga.
Mengenal Tungau Merah
Berdasarkan publikasi Sri Wahyuni Indiati dan Nasir Saleh dalam Buletin Palawija No. 20 (2010) berjudul Hama Tungau Merah Tetranychus urticae pada Tanaman Ubikayu dan Upaya Pengendaliannya, hama ini merupakan tantangan besar bagi produktivitas ubi kayu di Indonesia yang rata-ratanya masih tergolong rendah, yakni sekitar 18 t/ha.
Apa Itu Tungau Merah?
Tungau merah (Tetranychus urticae) adalah hama polifag yang menyerang ratusan jenis tanaman dengan cara mengisap cairan sel-sel daun. Tungau dewasa berukuran sangat kecil (sekitar 0,5 mm) dan berwarna kemerahan atau hijau pucat dengan dua bercak hitam di punggungnya, sehingga sering disebut tungau laba-laba berbercak dua.
Siklus Hidup dan Penyebaran Tungau Merah
Siklus hidup tungau ini berlangsung sangat singkat dengan kemampuan berkembang biak yang tinggi. Telurnya yang berwarna bening akan berubah menjadi kekuningan seiring bertambahnya umur. Penyebarannya sangat efektif melalui bantuan angin atau perantara jaring-jaring benang halus yang mereka produksi.
Gejala Serangan Tungau Merah pada Tanaman
Serangan tungau merah biasanya terkonsentrasi pada bagian permukaan bawah daun, terutama di sepanjang tulang daun.
Tanda-tanda Awal Serangan pada Ubi Kayu
Gejala awal ditandai dengan munculnya bercak (spot) kuning di sepanjang tulang daun pada daun bagian bawah dan tengah. Bercak ini merupakan hasil dari rusaknya sel epidermis akibat diisap cairannya oleh tungau.
Dampak Kerusakan Akibat Tungau Merah
Populasi yang mencapai ribuan individu dapat mengurangi kemampuan fotosintesis tanaman secara drastis. Kerusakan parah menyebabkan daun menjadi kecokelatan seperti karat, kering, hingga rontok secara total. Hal ini mengakibatkan umbi yang dihasilkan berukuran kecil. Di rumah kaca, serangan yang hebat bahkan dilaporkan dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 95%.
Ciri Fisik Daun dan Tanaman yang Terinfeksi
Selain perubahan warna menjadi kemerahan atau cokelat, tanaman yang terinfeksi berat akan kehilangan daun (gundul). Keberadaan benang-benang putih seperti jaring laba-laba pada permukaan bawah daun merupakan ciri khas yang melindungi tungau dari predator.
Upaya Pengendalian Tungau Merah
Pengendalian yang optimal memerlukan perpaduan dua atau lebih komponen pengendalian agar hasil meningkat dan kelestarian lingkungan terjaga.
Pengendalian Secara Mekanis dan Budidaya
Varietas Tahan: menggunakan varietas agak tahan seperti Adira-4, MLG 10113, atau 07 DHL.
Waktu Tanam: penanaman di awal musim hujan sangat disarankan karena populasi tungau hampir tidak ada saat musim hujan, sehingga tanaman muda terbebas dari serangan.
Sanitasi: membersihkan gulma inang seperti Ageratum conyzoides dan Euphorbia sp. yang menjadi tempat bertahan tungau saat ubi kayu dipanen.
Mekanis: penyemprotan air dapat dilakukan untuk mencuci dan melarutkan tungau dari tanaman.
Pengendalian Hayati dengan Musuh Alami
Pengendalian biologis memanfaatkan predator alami seperti Oligota minuta (famili Staphylinidae) dan berbagai spesies dari famili Coccinellidae (seperti Stethorus sp.). Selain itu, jamur patogen dari genus Neozygites dan Hirsutella terbukti efektif memparasitasi dan mematikan populasi tungau di lapangan.
Pengendalian Kimia dan Rekomendasi Penggunaan Pestisida
Pestisida Nabati: ekstrak biji mimba (Azadirachta indica) dan biji bengkuang efektif menekan serangan tungau setara dengan akarisida komersial.
Pestisida Kimia: penggunaan akarisida seperti chlorfenapir atau hexythaizoc dapat mengurangi infestasi hingga 80%. Namun, penggunaan bahan kimia harus hati-hati karena dapat mempercepat resistensi hama dan mematikan predator alami.
Kesimpulan
Tungau merah (Tetranychus urticae) adalah hama serius yang dapat menggagalkan panen ubi kayu jika tidak dikelola dengan benar. Keberhasilan pengendalian bergantung pada integrasi metode kultur teknis, pemanfaatan musuh alami, serta penggunaan pestisida nabati maupun kimia secara bijaksana.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian