Gejala dan Patogen Penyebab Penyakit Busuk Umbi: Strategi Identifikasi
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit busuk umbi menjadi salah satu tantangan besar dalam budi daya tanaman pangan, khususnya umbi-umbian seperti talas, singkong, dan kentang. Sebagai contoh, di Maybrat, Papua Barat, talas atau yang dikenal secara lokal sebagai 'Wiah' atau 'Awiah' merupakan bahan pangan pokok utama yang produksinya terancam oleh epidemi penyakit ini. Memahami gejala serangan serta ciri patogen penyebabnya sangat penting agar langkah pencegahan dan pengendalian bisa dilakukan secara tepat.
Pengertian Penyakit Busuk Umbi
Penyakit busuk umbi adalah infeksi pada bagian umbi tanaman pangan yang menyebabkan kerusakan jaringan hingga pembusukan berat. Penyakit ini dilaporkan menjadi masalah serius mulai dari kondisi di lapangan hingga masa penyimpanan. Dalam Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 16 No. 4 berjudul Diagnosis Penyakit Busuk Umbi Talas: Studi Kasus Maybrat - Papua Barat oleh Paulus Woyen dkk., penyakit ini telah menyebabkan epidemi yang signifikan sejak pertengahan tahun 2013 di wilayah Papua Barat.
Gejala Serangan Penyakit Busuk Umbi
Pada tahap awal, penyakit busuk umbi sering kali sulit dikenali karena menyerang bagian di bawah tanah, namun gejalanya akan terlihat jelas pada jaringan internal umbi dan perakaran tanaman.
Tanda Awal dan Perkembangan Gejala
Gejala awal pada potongan umbi berupa bercak nekrosis warna cokelat cerah yang meluas menjadi cokelat gelap. Pusat infeksi kemudian membusuk, terasa lembap, berair, dan sering kali ditutupi oleh massa miselium patogen. Selain pada umbi, serangan juga terlihat pada bagian akar berupa bercak nekrosis yang menyebar cepat ke seluruh bagian perakaran, menyebabkan kerusakan berat secara in planta.
Perbedaan Gejala pada Berbagai Jenis Umbi
Setiap isolat patogen dapat menunjukkan tipe gejala yang berbeda. Pada studi kasus di Maybrat, gejala dikelompokkan menjadi empat tipe: mulai dari tipe 1 yang tidak menunjukkan gejala nyata, hingga tipe 4 yang ditandai dengan pembusukan jaringan yang berkembang sangat cepat, permukaan cekung, dan lembap. Di daerah lain seperti Bogor, spesies Fusarium yang sama juga dikaitkan dengan gejala layu dan "sudden death" (mati mendadak) pada tanaman talas.
Ciri Patogen Penyebab Penyakit Busuk Umbi
Ciri patogen penyebab penyakit busuk umbi dapat diidentifikasi melalui pengamatan morfologi makroskopik, mikroskopik, serta analisis molekuler
Jenis Patogen Penyebab
Berdasarkan referensi yang sama, patogen utama yang ditemukan di Maybrat adalah Fusarium oxysporum dan Fusarium solani Selain Fusarium, pustaka lain menyebutkan keterlibatan cendawan seperti Sclerotium rolfsii, Phytophthora colocasiae, dan Pythium spp. dalam kompleks penyakit busuk umbi.
Karakteristik Morfologi dan Mikroskopis Patogen
Secara morfologi, koloni Fusarium spp. asal Maybrat memiliki karakteristik sebagai berikut:
F. solani: Memiliki koloni bulat berwarna putih tulang, fialid tunggal (monofialid) yang relatif panjang, dan makrokonidia berbentuk mirip perahu dengan ujung tumpul.
F. oxysporum: Koloni berwarna putih keabuan dengan pusat ungu pekat, memiliki fialid yang sangat pendek, serta makrokonidia dengan ujung meruncing dan menukik.
Secara mikroskopis, patogen ini membentuk klamidospora berbentuk bulat, baik tunggal, ganda, maupun berantai.
Kesimpulan
Penyakit busuk umbi di Maybrat disebabkan oleh sinergi antara Fusarium oxysporum dan F. solani yang mampu menyebabkan kerusakan akar lebih berat ketika menginfeksi secara bersamaan. Dengan mengenali karakteristik morfologi koloni dan gejala nekrosis yang cepat meluas, petani dapat melakukan deteksi dini. Identifikasi yang akurat menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas talas sebagai bahan pangan lokal yang penting.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian