Konten dari Pengguna

Waspada Penyakit Bercak pada Daun: Gejala dan Pengendaliannya

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyakit bercak daun. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit bercak daun. Foto: Pixabay

Penyakit bercak daun sering menyerang berbagai tanaman, mulai dari tanaman pangan seperti kacang-kacangan hingga hortikultura. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas dan hasil panen jika tidak dikendalikan sejak dini. Oleh karena itu, mengenali gejala dan strategi pengendalian penyakit bercak daun sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Mengenal Penyakit Bercak Daun

Menurut Nafisah Muthia Afini dkk. dalam Prosiding SEMNAS BIO 2022 berjudul Jamur Penyebab Penyakit Bercak Daun pada Kacang Tanah (Arachis hypogaea), penyakit ini merupakan penyakit utama yang sering dijumpai pada tanaman kacang tanah yang disebabkan oleh infeksi jamur patogen. Penyakit bercak daun ditemukan pada banyak jenis tanaman, baik pangan, hortikultura, maupun perkebunan, sehingga penting diketahui oleh petani dan penghobi tanaman.

Apa Itu Penyakit Bercak Daun?

Penyakit bercak daun adalah gangguan pada tanaman yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak nekrotik pada permukaan daun. Bercak ini dapat mengganggu proses fotosintesis dan pengisian polong, sehingga biji yang dihasilkan menjadi sedikit dan kualitasnya menurun.

Penyebab Utama Penyakit Bercak Daun

Jenis Jamur Penyebab

Jamur penyebab penyakit bercak daun cukup beragam. Terdapat 5 jenis jamur patogen utama yaitu Cercospora arachidicola, Cercospora personatum (Cercosporidium personatum), Alternaria sp., Phoma arachidicola, dan Leptosphaerulina crassiasca. Jamur-jamur ini berkembang biak melalui spora yang mudah tersebar lewat udara atau percikan air hujan.

Siklus Hidup Patogen

Jamur patogen ini biasanya bertahan hidup di sisa-sisa tanaman dan mulai menginfeksi saat kondisi lingkungan mendukung, terutama pada kelembapan tinggi. Sebagai contoh, Cercospora arachidicola memiliki pertumbuhan optimum pada suhu 12-35 derajat Celsius. Infeksi dapat terjadi melalui hifa yang masuk ke jaringan tanaman atau melalui stomata dan jaringan yang luka.

Gejala Penyakit Bercak Daun pada Tanaman

Penyakit bercak daun mudah dikenali dari perubahan warna dan bentuk daun. Akibat infeksi, produktivitas tanaman bisa turun drastis karena proses fotosintesis terganggu akibat hilangnya jaringan daun.

Ciri-ciri Daun yang Terinfeksi

Gejala spesifik tergantung pada jenis jamur yang menyerang:

  • Cercospora arachidicola: Menimbulkan bercak cokelat yang dikelilingi cincin kuning atau halo kuning cerah.

  • Cercospora personatum: Bercak berwarna lebih hitam dibandingkan bercak awal dan tidak dikelilingi cincin kuning.

  • Phoma arachidicola: Gejala berupa bintik seperti jaring (web blotch) dengan tepi tidak beraturan pada permukaan atas daun.

  • Alternaria sp.: Ditandai dengan bintik cokelat dengan pinggiran gelap yang sering menyatu dan menyebabkan daun klorotik.

  • Leptosphaerulina crassiasca: Dikenal sebagai penyakit bercak lada atau gosong daun yang menunjukkan banyak bercak kecil dengan infeksi relatif tinggi.

Dampak Infeksi terhadap Pertumbuhan Tanaman

Penurunan Kualitas dan Hasil

Infeksi bercak daun dapat menurunkan kualitas hasil panen secara signifikan. Serangan ini dapat menyebabkan penurunan hasil panen mencapai 70%. Tanaman yang terinfeksi berat akan mengalami defoliasi dini (daun gugur sebelum waktunya), terhambatnya pengisian polong, hingga kematian tanaman inang.

Cara Pengendalian Penyakit Bercak Daun

Pengendalian penyakit bercak daun memerlukan kombinasi strategi pencegahan, pengobatan, dan perawatan berkelanjutan.

Pencegahan Penyebaran Penyakit

Sanitasi dan Rotasi Tanaman

Salah satu strategi utama adalah menghilangkan atau mengurangi sumber inokulum. Hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi untuk memutus siklus hidup patogen di lahan pertanian.

Pengendalian Secara Kimia dan Hayati

Penggunaan Fungisida

Fungisida sering digunakan secara kimiawi untuk menekan perkembangan jamur. Contohnya, fungisida sintetik seperti carbendazim (0,15%) dan non-sintetik seperti mancozeb (0,15%) efektif menghambat pertumbuhan jamur Alternaria alternata.

Agens Hayati

Menurut Nafisah Muthia Afini dkk, pengendalian biologi dapat dilakukan dengan agensia hayati berupa ekstrak tanaman, bakteri, dan jamur antagonis.

  • Bakteri: Inokulasi Streptomyces sp. dapat meningkatkan ketahanan tanaman dan menstimulasi pertumbuhan melalui produksi hormon seperti auksin.

  • Jamur Antagonis: Trichoderma aureovide dan T. harzianum secara signifikan dapat mengurangi pertumbuhan miselium jamur patogen.

  • Ekstrak Tanaman: Ekstrak daun kemangi, cengkeh, daun mimba, dan daun datura dapat menghambat pertumbuhan dan sporulasi jamur penyebab bercak daun.

Langkah Pengendalian Berkelanjutan

Pengelolaan yang berkelanjutan melibatkan monitoring rutin dan penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap serangan jamur patogen. Selain itu, teknik budidaya yang tepat diperlukan agar lingkungan tidak terlalu lembap sehingga dapat memperkecil peluang terjadinya infeksi.

Kesimpulan

Penyakit bercak daun merupakan ancaman nyata bagi tanaman kacang tanah yang dapat menyebabkan penurunan hasil hingga 70%. Terdapat berbagai jenis jamur penyebab seperti Cercospora, Alternaria, dan Phoma yang memiliki karakteristik gejala berbeda. Strategi pengendalian yang tepat melalui kombinasi cara kimiawi, biologi, dan penggunaan varietas tahan sangat diperlukan untuk menjaga kualitas serta produktivitas hasil panen.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian