Konten dari Pengguna

Ekowisata Pertanian: Pengertian dan Contoh Praktiknya

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ekowisata pertanian buah-buahan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ekowisata pertanian buah-buahan. Foto: Pixabay

Pertanian kini tidak hanya sebatas aktivitas produksi pangan, namun juga dapat menjadi daya tarik wisata yang edukatif dan ramah lingkungan. Ekowisata pertanian hadir sebagai konsep yang menggabungkan kegiatan bertani dengan pelestarian alam, edukasi, hingga pemberdayaan masyarakat. Konsep ini mulai banyak diterapkan di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi petani setempat sekaligus menjaga lingkungan.

Apa Itu Ekowisata Pertanian?

Ekowisata pertanian (agrowisata) merupakan kegiatan wisata yang berfokus pada pengalaman bertani, eksplorasi alam, serta pelestarian lingkungan berbasis pertanian. Menurut Oekan Soekotjo Abdoellah dkk. dalam Jurnal Kumawula Vol. 2 No. 3 berjudul Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Desa Tarumajaya, Hulu Sungai Citarum: Potensi dan Hambatan, ekowisata atau ekoturisme haruslah melibatkan elemen kunci Community Based Tourism (CBT), di mana masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pengelola yang mendapatkan alternatif mata pencaharian untuk mengurangi ketergantungan pada lahan konservasi.

Konsep Ekowisata Pertanian

Secara umum, ekowisata pertanian mengajak wisatawan terlibat langsung dalam aktivitas agribisnis. Menurut I Gusti Bagus Rai Utama dalam buku Agrowisata Sebagai Pariwisata Alternatif menjelaskan jika agrowisata merupakan bentuk pariwisata yang memanfaatkan usaha agro sebagai objek wisata dengan tujuan memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi, dan hubungan usaha di bidang pertanian. Aktivitas ini mencakup komoditas tanaman pangan (padi, jagung), hortikultura (sayuran, buah, bunga, tanaman obat), hingga peternakan dan perikanan.

Tujuan Ekowisata Pertanian

Agrowisata bertujuan meningkatkan pendapatan petani dan kelangsungan hidup masyarakat pedesaan melalui diversifikasi usaha. Selain aspek ekonomi, prinsip utamanya adalah edukasi dan pelestarian. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa agrowisata merupakan "persimpangan" antara pariwisata dan pertanian yang mampu menggali potensi ekonomi petani kecil secara berkelanjutan.

Contoh Ekowisata Pertanian di Indonesia

Ekowisata Sawah Lukis di Desa Cengkeh Turi, Binjai Utara Sawah Lukis merupakan contoh inovatif yang menggabungkan estetika lanskap sawah dengan edukasi. Merujuk pada penelitian Mega Puspita Sari dalam skripsinya yang berjudul Strategi Pengembangan Ekowisata Sawah Lukis Padi di Desa Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai, daya tarik utama tempat ini terletak pada kreativitas visual pola tanam dan fasilitas pendukungnya. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang tepat mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga lokal serta memperkenalkan praktik pertanian ramah lingkungan kepada generasi muda.

Ekowisata di Desa Tarumajaya, Hulu Sungai Citarum

Desa ini memanfaatkan potensi Situ Cisanti dan lansekap perkebunan teh sebagai daya tarik ekowisata. Meskipun elemen ekowisata sudah dipraktikkan, tantangan utamanya adalah memastikan kegiatan tersebut benar-benar memberikan sumber pendapatan alternatif bagi petani tanpa lahan agar mereka tidak mengeksploitasi lahan konservasi.

Strategi Pengembangan Ekowisata Pertanian

Keterlibatan Masyarakat Lokal

Pengembangan ekowisata harus berbasis masyarakat. Di Desa Tarumajaya, penguatan elemen Community Based Tourism (CBT) menjadi kunci agar masyarakat berdaulat dalam mengelola sumber daya alamnya sendiri dan merasakan manfaat langsung secara sosial maupun ekonomi.

Inovasi dalam Pengelolaan dan Promosi

Inovasi adalah faktor krusial dalam keberlanjutan. Strategi promosi yang kreatif dan manajemen yang terorganisir sangat diperlukan untuk menarik minat pasar pariwisata modern tanpa meninggalkan nilai-nilai edukasi pertanian.

Kesimpulan

Ekowisata pertanian memadukan kegiatan agribisnis dengan prinsip keberlanjutan dan edukasi. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif sebagai subjek pengelolaan, konsep ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga solusi bagi kesejahteraan petani dan kelestarian ekosistem pertanian Indonesia.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Pertanian Berkelanjutan: Strategi Produksi Pangan untuk Masa Depan