Mengenal Koro Benguk: Tanaman Lahan Kering Multiguna Kaya Protein
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Koro benguk (Mucuna pruriens) merupakan tanaman kacang-kacangan multiguna yang sudah lama dikenal petani di daerah lahan kering seperti Boyolali, Sragen, Wonogiri, dan Semarang. Selain mudah dibudidayakan, tanaman ini memiliki potensi besar sebagai sumber protein nabati bagi manusia maupun pakan alternatif bagi ternak sapi. Artikel ini membahas ciri morfologi, teknik budi daya, hingga pengolahan hasil koro benguk.
Ciri-Ciri Morfologi Koro Benguk
Koro benguk memiliki karakter morfologi yang spesifik tergantung pada varietasnya.
Varietas Berdasarkan Warna Biji
Koro benguk dibedakan menjadi beberapa varietas utama berdasarkan warna kulit bijinya, yaitu putih, putih kusam, blirik, dan hitam. Varietas putih cenderung tumbuh tegak atau perdu dan tidak menjalar, sehingga sangat cocok untuk sistem tanam tumpangsari. Sebaliknya, varietas hitam, blirik, dan putih kusam memiliki sifat menjalar dan memanjat.
Karakteristik Batang dan Akar
Batang koro benguk memiliki kemampuan tumbuh yang sangat cepat dan dapat menutup tanah hingga 90% dalam waktu 1-2 bulan. Tanaman ini memiliki sistem perakaran yang dalam, sehingga mampu menyerap unsur hara secara optimal dan efektif untuk mencegah erosi tanah.
Ciri Polong dan Biji Koro Benguk
Tanaman ini menghasilkan buah berbentuk polong. Polong yang sudah tua akan berwarna kuning kecoklatan dan terasa keras saat dipegang. Di dalamnya terdapat biji yang mengkilap dan licin jika sudah masak pohon. Untuk mengeluarkan biji dari polong kering, biasanya dilakukan dengan cara memasukkannya ke dalam karung lalu dipukul-pukul atau diinjak.
Kandungan Nutrisi Koro Benguk
Tanaman ini sangat kaya akan gizi. Menurut data hasil analisis dalam buku referensi Budidaya dan Manfaat Koro Benguk karya Balai Pengkajian Teknologi, varietas putih memiliki kandungan protein sekitar 31%. Selain untuk manusia, koro benguk digunakan sebagai pakan konsentrat sapi karena mengandung protein kasar yang mencapai 25%.
Panduan Budi Daya Koro Benguk
Syarat Tumbuh Koro Benguk
Koro benguk dikenal sebagai tanaman yang sangat tangguh. Tanaman ini mampu tumbuh baik di lahan yang kurang subur, lahan kritis, bahkan pada lahan miring. Karena sifatnya yang tahan kekeringan, koro benguk sering ditanam pada Musim Tanam III untuk memanfaatkan lahan bera.
Pemilihan Bibit dan Persiapan Lahan
Bibit harus berasal dari biji yang sudah tua atau masak pohon, berbentuk normal, utuh, dan tidak keriput. Lahan perlu diolah dengan digemburkan untuk memudahkan akar menembus tanah, kecuali pada lahan miring di mana tanah sebaiknya tidak diolah untuk mencegah erosi saat hujan.
Waktu dan Teknik Penanaman
Waktu tanam terbaik adalah awal musim penghujan agar saat curah hujan tinggi, daun sudah menutup tanah dengan sempurna. Sebelum ditanam, biji sebaiknya direndam air selama 12 jam untuk mempercepat perkecambahan. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal (2-3 biji per lubang) dengan jarak tanam sekitar 20 x 30 cm atau 20 x 50 cm, tergantung varietas dan kondisi lahan. Untuk varietas menjalar, perlu disediakan ajir atau lanjaran setinggi 1-1,5 meter.
Cara Perawatan Tanaman Koro Benguk
Penyulaman dan Penyiangan Penyulaman dilakukan segera jika ada biji yang tidak tumbuh. Penyiangan rumput liar sangat penting dilakukan saat tanaman berumur 1-1,5 bulan agar tidak terjadi persaingan nutrisi.
Pemupukan
Tanaman ini sebenarnya memiliki respons yang rendah terhadap pupuk karena bisa tumbuh di tanah kritis. Namun, pada lahan yang sangat sangat tandus, pemberian pupuk TSP sebanyak 25 kg/ha atau pupuk kandang 1 ton/ha saat tanaman berumur satu bulan dapat dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan.
Panen dan Pascapanen Koro Benguk
Waktu Panen yang Tepat
Panen harus dilakukan saat polong benar-benar tua, ditandai dengan kulit polong yang mengeras dan berwarna kuning kecokelatan. Jika terlambat dipetik, polong akan pecah dan bijinya rontok. Umur panen bervariasi: varietas putih dan blirik sekitar 125 hari, sedangkan varietas hitam mencapai 150 hari.
Proses Pascapanen
Setelah dipetik, biji dijemur di bawah sinar matahari selama 3-4 hari hingga benar-benar kering. Biji yang sudah bersih harus disimpan di tempat kering dan tidak bersentuhan langsung dengan lantai tanah agar tidak lembap dan berjamur.
Kesimpulan
Koro benguk adalah tanaman multiguna yang menawarkan solusi pangan dan pakan di lahan kering. Dengan teknik budidaya yang sederhana dan kemampuan adaptasi yang tinggi, tanaman ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani tetapi juga berfungsi sebagai agen konservasi lahan kritis.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Budi Daya Sayuran Lokal: Pilar Ketahanan Pangan dan Agroekologi