Panduan Budi Daya Mahkota Dewa: Dari Bibit Hingga Panen
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahkota dewa dikenal sebagai tanaman hortikultura yang memiiki khasiat pada buahnya. Untuk mendapatkan hasil optimal, proses penanaman hingga panen memerlukan perhatian khusus. Artikel ini akan membahas teknik penanaman mahkota dewa, perawatan, hingga cara panen yang tepat berdasarkan referensi ilmiah.
Pengenalan Mahkota Dewa
Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa L.) adalah tanaman obat asli Indonesia yang berasal dari Papua. Tanaman ini mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol yang berkhasiat sebagai anti-bakteri, anti-alergi, hingga melancarkan peredaran darah. Pertumbuhan awal bibit sangat ditentukan oleh nutrisi dan media yang digunakan di polibag.
Persiapan Penanaman Mahkota Dewa
Memilih Bibit Unggul dari Buah Masak Fisiologis
Keberhasilan budi daya dimulai dari sumber benih yang berkualitas. Benih sebaiknya diambil dari buah yang sudah masak fisiologis yaitu berwarna merah dan memiliki ukuran maksimal. Disarankan mengambil buah dari cabang primer yang besar karena memiliki cadangan makanan yang lebih banyak untuk mendukung proses perkecambahan.
Komposisi Media Tanam yang Optimal
Media tanam berfungsi sebagai penopang fisik dan penyedia unsur hara (N, P, K). Berdasarkan riset Menurut Mutmainna dkk. dalam jurnal e-J. Agrotekbis Vol. 5 No. 2 berjudul Pertumbuhan Bibit Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa L.) Pada Berbagai Komposisi Media Tanam, komposisi terbaik adalah perlakuan M2, yaitu campuran Tanah, Pasir, dan Pupuk Kandang Ayam dengan rasio 1:1:2. Penggunaan pupuk kandang ayam yang lebih banyak (porsi 2) terbukti nyata meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun karena kandungan nitrogennya memacu pembelahan sel vegetatif.
Teknik Penanaman Mahkota Dewa
Langkah Penanaman di Polibag
Persemaian: benih disemai terlebih dahulu di media pasir dengan kedalaman 1 cm.
Persiapan Media: campurkan tanah, pasir, dan pupuk kandang ayam yang telah diayak hingga homogen.
Pemindahan: setelah berkecambah, pindahkan bibit ke polibag berukuran 15x20 cm. Pastikan pengelompokan dilakukan berdasarkan tinggi bibit yang seragam.
Perawatan: Penyiraman, Penyiangan, dan Penggemburan
Penyiraman dilakukan secara rutin dua kali sehari, pagi (07.00 WITA) dan sore (17.00 WITA), untuk menjaga kapasitas lapang media. Selain penyiangan gulma, lakukan penggemburan media tanam setiap minggu untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam media. Pengendalian hama seperti kutu putih atau ulat daun dapat dilakukan secara manual atau hayati menggunakan musuh alami seperti laba-laba.
Proses Panen Mahkota Dewa
Waktu Panen yang Tepat
Dalam konteks pembibitan, penelitian menunjukkan bahwa tanaman dapat dipanen atau diamati hasil pertumbuhannya pada umur 9 minggu setelah tanam (mst). Untuk produksi buah, panen dilakukan saat buah telah mencapai kematangan sempurna untuk menjaga kualitas simplisia sebagai bahan baku obat.
Teknik Pemanenan dan Pemisahan Bagian Tanaman
Panen dilakukan dengan cara membongkar polibag secara hati-hati. Tanaman kemudian dicuci bersih, dan bagian tajuk yaitu batang serta daun dipisahkan dari akar dengan cara dipotong tepat di pangkal batang. Bagian-bagian ini nantinya dapat dikeringkan (oven suhu 80 derajat Celcius) untuk kebutuhan pengobatan herbal.
Tips Sukses Budi Daya Berdasarkan Penelitian
Gunakan Pupuk Kandang Ayam: pupuk ini lebih cepat terdekomposisi dan memberikan hasil lebih baik dibandingkan kotoran kambing atau sapi dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif.
Perhatikan Drainase: campuran pasir dalam media sangat penting karena memiliki pori makro yang baik untuk pertumbuhan akar.
Naungan: lakukan pembibitan di bawah naungan (paranet 55%) untuk menjaga intensitas cahaya matahari agar tidak terlalu terik.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, komposisi media tanam terbaik untuk pertumbuhan bibit mahkota dewa adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang ayam dengan rasio 1:1:2 M^2. Perlakuan tersebut terbukti memberikan pengaruh nyata dalam menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Meskipun berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif, perbedaan komposisi media tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap diameter batang maupun bobot kering tajuk dan akar tanaman.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca Juga: Tanaman Rempah dan Obat, Ini Jenis dan Manfaatnya