Konten dari Pengguna

Penyakit Busuk Pelepah Jagung: Gejala dan Cara Pengendaliannya

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyakit busuk pelepah jagung. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit busuk pelepah jagung. Foto: Pixabay

Tanaman jagung merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia dan sering dihadapkan pada ancaman penyakit yang dapat menurunkan hasil panen. Salah satu gangguan utama adalah penyakit busuk pelepah. Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang menyerang bagian pelepah daun sehingga dapat menghambat pertumbuhan bahkan menyebabkan kematian tanaman jika tidak segera diatasi.

Pengertian Penyakit Busuk Pelepah pada Jagung

Penyakit busuk pelepah merupakan infeksi yang menyerang bagian pelepah daun jagung, terutama pada kondisi lingkungan yang lembap dan basah. Menurut Juliana dkk. dalam jurnal Jurnal AgrotekMAS Vol. 5 No. 2 berjudul Inventarisasi Serangan Penyakit Busuk Pelepah (Rhizoctonia solani Khun) pada Tanaman Jagung di Kabupaten Maros, patogen utama yang menyebabkan penyakit ini adalah jamur Rhizoctonia solani. Jamur ini bersifat tular tanah (soil-borne) yang sangat merusak karena memiliki inang yang luas dan mampu bertahan hidup dalam tanah atau sisa tanaman melalui bentuk sklerotia atau miselium.

Gejala Penyakit Busuk Pelepah

Gejala penyakit busuk pelepah penting dikenali sejak dini agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Berikut penjelasan detail mengenai ciri-ciri dan dampaknya berdasarkan pengamatan laboratorium dan lapangan.

Ciri-ciri Awal Serangan

Pada tahap awal, gejala muncul pada pelepah atau helaian daun berupa bercak atau hawar (blight) berwarna agak kemerahan yang kemudian berubah menjadi abu-abu. Secara mikroskopis, jamur Rhizoctonia solani ini memiliki hifa yang bersifat hialin saat muda dan berubah menjadi cokelat kekuningan seiring bertambahnya usia, dengan percabangan hifa yang membentuk sudut hampir tegak lurus.

Perkembangan dan Dampak pada Tanaman

Seiring meluasnya bercak, sering kali terbentuk sklerotium tidak beraturan yang mula-mula berwarna putih lalu berubah menjadi cokelat hingga hitam. Infeksi ini menyebabkan hambatan pada transportasi unsur hara dan air, yang mengakibatkan tanaman menjadi layu atau terjadi pembusukan total. Penyakit ini berkembang sangat baik pada kelembapan tinggi di atas 80% dan suhu antara 15-35°C.

Contoh Kasus di Kabupaten Maros

Berdasarkan riset di Kabupaten Maros (Kecamatan Tompobulu), ditemukan bahwa intensitas serangan meningkat tajam seiring bertambahnya umur tanaman, terutama pada pengamatan ketiga dan keempat. Penelitian tersebut menunjukkan adanya variasi kerentanan antar varietas, di mana varietas tertentu seperti NK 212 menunjukkan intensitas serangan yang lebih tinggi dibandingkan varietas lainnya.

Pengendalian Penyakit Busuk Pelepah

Strategi pengendalian penyakit busuk pelepah meliputi pendekatan terpadu dari aspek kultur teknis, hayati, hingga kimiawi.

Pengendalian Secara Kultur Teknis dan Varietas

Langkah utama yang dapat dilakukan adalah memperbaiki drainase lahan untuk mengurangi kelembapan yang mendukung pertumbuhan jamur. Selain itu, penggunaan varietas yang memiliki ketahanan lebih baik sangat disarankan. Varietas Bisi 959 dan Pertiwi 5 menunjukkan tingkat ketahanan yang lebih baik dengan kategori serangan "Ringan" (intensitas 10-11%) dibandingkan varietas NK 212 atau Bisi 321 yang masuk kategori "Sedang".

Pengendalian Hayati (Biokontrol)

Sebagai alternatif yang ramah lingkungan, penggunaan agen pengendali hayati telah terbukti efektif. Referensi dalam jurnal tersebut menyebutkan bahwa bakteri Bacillus subtilis dan jamur antagonis seperti Trichoderma spp. memiliki potensi besar dalam menekan pertumbuhan Rhizoctonia solani di lapangan. Trichoderma spp. bekerja dengan cara bersaing dengan patogen dan mengurangi keparahan penyakit secara signifikan.

Pengendalian Secara Kimia

Penggunaan fungisida dapat diterapkan jika serangan sudah meluas dan melampaui ambang ekonomi. Namun, aplikasi harus dilakukan secara bijak sesuai dosis untuk mencegah resistensi patogen dan kerusakan ekosistem.

Rekomendasi Praktis untuk Petani

Petani dianjurkan untuk memantau lahan secara rutin sejak tanaman berumur 2 bulan. Mengingat jamur ini dapat menyebar melalui air irigasi dan tanah yang terkontaminasi, sangat penting untuk menjaga sanitasi lahan dengan membersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi. Pemilihan benih unggul seperti Bisi 959 atau Pertiwi 5 bisa menjadi langkah preventif yang efektif di wilayah dengan tingkat kelembapan tinggi.

Kesimpulan

Penyakit busuk pelepah yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani merupakan ancaman serius yang dapat menurunkan hasil panen jagung secara drastis di wilayah seperti Kabupaten Maros. Mengenali gejala awal berupa bercak kemerahan dan memahami faktor lingkungan sangat penting dalam menentukan langkah pengendalian. Penggunaan varietas tahan dan pemanfaatan agens hayati seperti Trichoderma spp. merupakan kunci utama dalam menjaga produktivitas lahan jagung secara berkelanjutan.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca Juga: Hama Penyakit Tanaman: Jenis, Gejala, dan Pengendalian