Tips Budi Daya Selada Keriting: Dosis Tepat Bokashi dan Daun Lamtoro
Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selada keriting (Lactuca sativa L.) dikenal sebagai sayuran hortikultura yang digemari karena kaya akan mineral, vitamin A, vitamin C, dan serat. Tanaman ini sering dijadikan pilihan dalam menu sehat maupun hiasan makanan karena teksturnya yang renyah. Agar hasil budi dayanya optimal, penting memahami karakteristik hingga teknik pemupukan organik yang tepat.
Asal Usul Selada Keriting
Sejarah Penyebaran dan Karakteristik Utama
Selada keriting di Indonesia telah dibudidayakan mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi dengan pemilihan varietas yang sesuai dengan lingkungan tumbuhnya. Daun selada memiliki bentuk bergelombang, berwarna hijau cerah, dan sangat bermanfaat untuk memperlancar pencernaan serta mengobati panas dalam.
Panduan Budi Daya Selada Keriting
Syarat Tumbuh dan Lokasi Ideal
Secara ideal, selada tumbuh optimal pada suhu 15-25 derajat Celcius. Meskipun biasanya dibudidayakan di dataran tinggi (1.000–1.800 m dpl), berdasarkan hasil penelitian Sri Multasih dkk. dalam Jurnal Agroqua Vol. 19 No. 2 berjudul Pertumbuhan dan Hasil Selada Keriting (Lactuca sativa L.) pada Dataran Rendah dengan Pemberian Dosis dan Aplikasi Frekuensi Bokashi Daun Lamtoro. menunjukkan bahwa selada keriting tetap dapat tumbuh di dataran rendah seperti Kota Bengkulu, meskipun tantangan suhu panas (mencapai 31 derajat Celcius) dan curah hujan tidak menentu dapat memengaruhi produktivitas.
Teknik Penanaman Selada Keriting
Pemilihan Benih: gunakan varietas yang adaptif terhadap lingkungan, seperti varietas Grand Rapids yang memiliki deskripsi potensi hasil 6-7 ton/ha.
Persiapan Media Tanam: media berupa tanah yang dicampur dengan pupuk organik untuk memperbaiki struktur fisik, kimia, dan biologi tanah.
Penanaman dan Perawatan: bibit berumur 3 minggu dipindahkan ke polibag. Perawatan rutin meliputi penyulaman, penyiangan, dan penyiraman jika tidak hujan.
Penggunaan Bokashi Daun Lamtoro sebagai Pupuk
Daun lamtoro (Leucaena leucocephala) sangat potensial sebagai bahan bokashi karena mengandung unsur hara tinggi, terutama Nitrogen (N) yang mencapai 15%.
Dosis Bokashi Terbaik: hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 15 ton/ha atau setara 37,5 g/polibag memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik.
Frekuensi Aplikasi: pemberian bokashi dengan frekuensi (1, 2, atau 3 kali aplikasi) menunjukkan pengaruh yang tidak nyata pada pertumbuhan selada di dataran rendah, sehingga pemberian sekaligus di awal (1 minggu sebelum tanam) sudah cukup efektif.
Pengaruh terhadap Hasil: dosis bokashi daun lamtoro 15 ton/ha menghasilkan tinggi tanaman terbaik, diameter daun terluas, dan berat basah tertinggi per tanaman.
Tips Sukses Budi Daya Selada Keriting
Pencegahan Hama dan Penyakit: waspadai penyakit yang disebabkan jamur Rhizoctonia solani yang berkembang cepat pada kondisi lahan terlalu lembap dan suhu panas di daerah tropis.
Panen dan Pascapanen: pada dataran rendah, berat basah yang dihasilkan mungkin belum mencapai standar deskripsi varietas unggul karena kendala iklim, namun penggunaan pupuk organik tetap mampu meningkatkan kualitas fisik tanaman.
Kualitas Pupuk: pastikan bokashi lamtoro telah matang sempurna, yang ditandai dengan aroma khas tape, warna cokelat kekuningan, dan tekstur halus tidak menggumpal.
Kesimpulan
Penggunaan bokashi daun lamtoro dengan dosis tepat yaitu 15 ton/ha merupakan solusi organik yang efektif untuk meningkatkan hasil selada keriting, terutama di wilayah dataran rendah. Kunci keberhasilannya terletak pada pemenuhan nutrisi Nitrogen alami yang mendukung fase vegetatif tanaman secara maksimal.
Reviewed by Satriyo Restu Adhi
Baca juga: Budi Daya Sayuran Lokal: Pilar Ketahanan Pangan dan Agroekologi