Wisata ke Indonesia Makin Mudah di Era Digital

Mahasiswa Sistem Informasi di Universitas Pamulang. Suka menulis tentang keseharian, produktivitas, dan hal-hal sederhana yang bermanfaat.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Efita Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga terus beradaptasi dengan perubahan kebiasaan wisatawan. Di tengah perkembangan teknologi, pengalaman berwisata kini semakin banyak didukung oleh layanan digital yang membuat perjalanan menjadi lebih praktis.
Kemudahan tersebut dapat dirasakan mulai dari mencari informasi destinasi, menentukan aktivitas perjalanan, hingga melakukan pembayaran ketika membeli makanan, oleh-oleh, maupun menggunakan layanan dari pelaku usaha lokal.
Pembayaran Digital Mendukung Perjalanan
Salah satu perkembangan yang semakin dekat dengan aktivitas wisata adalah pembayaran digital. Melalui QRIS Antarnegara, wisatawan dari negara mitra dapat melakukan pembayaran di merchant yang telah mendukung layanan tersebut menggunakan aplikasi pembayaran yang mereka gunakan.
Bank Indonesia mencatat QRIS Antarnegara telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Hingga Agustus 2026, transaksi wisatawan mancanegara di Indonesia melalui QRIS Antarnegara mencapai 17,8 juta transaksi dengan nilai Rp6,20 triliun.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pembayaran digital tidak hanya berkaitan dengan transaksi sehari-hari masyarakat, tetapi juga mulai menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisata.
Peluang bagi Pelaku Usaha Lokal
Kemudahan pembayaran juga memberikan peluang bagi pelaku usaha yang berada di sekitar destinasi wisata. Warung makan, toko oleh-oleh, kedai kopi, hingga usaha jasa dapat lebih mudah melayani wisatawan yang terbiasa menggunakan pembayaran digital.
Bagi wisatawan, pilihan pembayaran yang praktis dapat membuat transaksi menjadi lebih sederhana. Sementara bagi pelaku usaha lokal, semakin banyak pilihan pembayaran dapat membantu mereka melayani konsumen dari berbagai negara.
Hal tersebut menjadi semakin penting karena wisatawan tidak hanya berkunjung ke destinasi utama. Banyak perjalanan juga melibatkan usaha kecil dan masyarakat lokal yang berada di sekitar kawasan wisata.
Informasi Wisata Semakin Terintegrasi
Digitalisasi pariwisata juga berkembang dari sisi informasi. Wisatawan dapat mencari berbagai informasi mengenai destinasi, aktivitas, kuliner, hingga pilihan layanan sebelum maupun selama perjalanan.
Pada 2026, Bank Indonesia bersama sejumlah mitra juga menginisiasi Indonesia Travel Pack. Layanan tersebut dirancang sebagai panduan digital yang mengintegrasikan informasi destinasi, konektivitas telekomunikasi, dan pilihan layanan pembayaran bagi wisatawan mancanegara.
Konsep seperti ini membuat wisatawan tidak hanya membutuhkan tempat wisata yang menarik, tetapi juga membutuhkan akses informasi dan layanan yang mudah digunakan selama berada di Indonesia.
Desa Wisata Ikut Punya Peluang
Perkembangan digital juga dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi desa wisata. Indonesia memiliki banyak desa yang menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, hingga aktivitas bersama masyarakat setempat.
Platform resmi Indonesia Travel saat ini juga menyediakan berbagai informasi mengenai desa wisata di sejumlah daerah Indonesia. Wisatawan dapat menemukan pilihan destinasi seperti Desa Wisata Wukirsari, Iboih, Semen, Pemuteran, hingga berbagai desa wisata lainnya.
Keberadaan desa wisata menjadi penting karena perjalanan tidak hanya tentang mengunjungi tempat terkenal. Berinteraksi dengan masyarakat lokal dan menikmati aktivitas khas daerah dapat memberikan pengalaman yang lebih berkesan.
Teknologi Tetap Harus Mendukung Pengalaman Wisata
Perkembangan layanan digital sebaiknya tidak membuat pengalaman wisata menjadi terlalu bergantung pada teknologi. Informasi digital dan pembayaran elektronik pada dasarnya berfungsi sebagai alat untuk membuat perjalanan lebih mudah, bukan menggantikan pengalaman menikmati destinasi secara langsung.
Wisatawan tetap perlu memperhatikan keamanan saat melakukan transaksi, memastikan menggunakan layanan resmi, serta menjaga data pribadi ketika menggunakan aplikasi digital.
Dengan semakin terhubungnya layanan pariwisata dan teknologi, Indonesia memiliki peluang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis kepada wisatawan. Di sisi lain, pelaku usaha lokal juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata.
Pada akhirnya, teknologi bukan sekadar soal kemudahan transaksi. Jika dimanfaatkan dengan baik, digitalisasi dapat membantu menghubungkan wisatawan dengan destinasi, masyarakat, dan pelaku usaha lokal sehingga perjalanan ke Indonesia menjadi semakin mudah dan berkesan.
