Konten dari Pengguna

Mengapa Orang Lebih Percaya Video 30 Detik dibanding Berita 3 Menit?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jonathan Eganiel Lase tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Smartphone dan Koran (Canva.com)
zoom-in-whitePerbesar
Smartphone dan Koran (Canva.com)

Media sosial, sebuah platform yang kompleks yang sangat-sangat berguna bagi manusia saat ini, seakan-akan hampir sama pentingnya dengan udara bagi manusia. membuka media sosial juga menjadi kebiasaan, dimulai dari bangun tidur di pagi hari, jam kosong, hingga sesaat sebelum tidur pun, media sosial masih terbuka di tangan mereka.

Media sosial menyimpan jutaan informasi dan hiburan yang menarik. Mulai dari postingan lucu yang menenangkan, hingga berita berat yang membuat kita prihatin. mereka mengemas semuanya menjadi sebuah video singkat, merangkum informasi yang seharusnya dibaca selama 3 menit menjadi hanya 30 detik. Dan uniknya, hal ini benar-benar manjur bagi pembuat konten untuk mendapatkan views.

Namun jika kita pikirkan lagi, mengapa kebanyakan audiens lebih menyukai video dengan durasi 30 detik, dibandingkan membaca atau menonton keseluruhan informasi secara langsung? apakah karena efisiensi waktu?

Menurut jurnal oleh Cahyono (2016) menyatakan bahwa media sosial memberikan dampak ketergantungan bagi manusia dalam kepraktisan mendapatkan informasi, menggeser kebiasaan orang zaman dahulu, dimana mereka mendapatkan informasi dari program berita di televisi, atau koran yang mereka beli dan baca ketika waktu senggang.

Kata "praktis" disini menunjukan bahwa individu masa kini lebih menyukai kemudahan akan segala aspek, termasuk dengan cara mereka mengonsumsi berita.

Di sisi lain, platform media sosial juga dirancang untuk menyajikan informasi yang cepat, ringkas, dan sesuai dengan minat setiap pengguna. Algoritma akan terus merekomendasikan konten yang dianggap relevan berdasarkan kebiasaan menonton, sehingga pengguna dapat memperoleh berita hanya dengan menggulir layar tanpa perlu mencarinya secara aktif. Cara ini tentu terasa lebih efisien, tetapi secara perlahan juga membentuk kebiasaan baru dalam mengonsumsi informasi.

Bukan berarti masyarakat saat ini tidak tertarik pada berita yang mendalam. Justru, pola konsumsi informasi telah berubah mengikuti perkembangan teknologi dan ritme kehidupan yang semakin cepat. Tantangan bagi media saat ini bukan sekadar menyampaikan informasi dengan benar, tetapi juga bagaimana mengemas berita yang tetap akurat, menarik, dan mampu mempertahankan perhatian audiens di tengah derasnya arus konten berdurasi singkat.