Kumparan Logo

15 Menit Olahraga Bareng Ayah, Bantu Perkuat Ikatan Emosional dan Latih Motorik Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
15 Menit Olahraga Bareng Ayah dan Anak, Bisa Melatih Motorik hingga Perkuat Ikatan Emosional. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
15 Menit Olahraga Bareng Ayah dan Anak, Bisa Melatih Motorik hingga Perkuat Ikatan Emosional. Foto: Shutterstock

Moms, menghabiskan waktu bersama anak tidak selalu harus dengan bepergian ke luar rumah. Ayah dan ibu bisa melakukan berbagai aktivitas sederhana yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat bagi tumbuh kembang si kecil, salah satunya berolahraga bersama.

instagram embed

Seorang ayah melalui akun Instagram @helmysgr membagikan video saat dirinya melakukan 15 menit olahraga seru bersama anak di rumah. Dalam video tersebut, ia memperlihatkan beberapa gerakan sederhana yang bisa dilakukan bersama si kecil untuk melatih kemampuan motorik sekaligus menjadi momen quality time.

Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah mengajak anak menendang bantal. Aktivitas ini disebut dapat membantu melatih fokus dan kekuatan tubuh bagian bawah anak.

Kemudian, ada gerakan menggulirkan bola ke arah anak untuk melatih kekuatan tubuh bagian atas, sekaligus meningkatkan kecepatan reaksinya.

Ilustrasi orang tua ajak anak olahraga lari. Foto: Shutterstock

Gerakan ini bermanfaat untuk melatih keseimbangan, koordinasi tubuh, serta mengembangkan kemampuan motorik kasar. Sementara itu, permainan melewati rintangan dapat membantu melatih kekuatan otot lengan, koordinasi tubuh, dan fokus anak.

Lantas, apakah berbagai aktivitas tersebut memang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak?

Aktivitas Fisik Bersama Orang Tua Bantu Stimulasi Motorik dan Emosi Anak

Psikolog Pendidikan, Madeline Jessica, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa manfaat yang disampaikan dalam video tersebut memang dapat dilihat dari perspektif psikologi perkembangan dan neurosains.

Ilustrasi orang tua ajak anak olahraga. Foto: Shutterstock

Menurutnya, aktivitas fisik interaktif seperti menendang, merangkak, dan melompat tidak hanya menstimulasi kemampuan motorik kasar anak, tetapi juga melibatkan sistem sensorik tubuh, yaitu proprioseptif dan vestibular.

“Kedua sistem tersebut berperan dalam membantu anak mengenali posisi dan gerakan tubuh serta menjaga keseimbangan,” jelas Madeline saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (28/10).

Selain itu, menurut Madeline, aktivitas fisik juga dapat mendukung perkembangan fungsi eksekutif otak anak. Kemampuan ini berkaitan dengan berbagai keterampilan penting, seperti fokus, mengatur perhatian, hingga kontrol diri.

Ilustrasi anak olahraga dengan orang tua. Foto: Chayantorn Tongmorn/Shutterstock

Tak hanya memberikan manfaat secara fisik dan kognitif, olahraga bersama orang tua juga memiliki dampak positif terhadap perkembangan emosional anak. Interaksi positif yang terjadi selama melakukan aktivitas bersama dapat menciptakan pengalaman menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antara orang tua dan si kecil.

Madeline menjelaskan, momen interaksi yang positif dapat memicu pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini berperan dalam membantu menurunkan tingkat stres sekaligus memperkuat rasa aman emosional atau secure attachment antara orang tua dan anak.

“Jadi, aktivitas fisik bersama bukan hanya tentang melatih tubuh anak, tetapi juga dapat menjadi momen untuk membangun kedekatan dan ikatan emosional antara orang tua dan anak,” pungkas Madeline.

kumparan post embed