ASI Perah Tak Bisa Diminum karena Mati Listrik, Coba Manfaatkan untuk Ini!

Ramainya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa membuat banyak orang tua khawatir dengan stok ASI perah yang disimpan di kulkas atau freezer. Jika ASI perah sudah terlalu lama berada pada suhu yang tidak sesuai sehingga tidak lagi aman dikonsumsi, apakah harus langsung dibuang?
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, manfaat terbaik ASI tetap didapat saat dikonsumsi oleh bayi. Namun, jika ASI sudah tidak layak minum, ada beberapa penggunaan lain yang masih bisa dilakukan selama ASI tidak berbau busuk atau terkontaminasi.
“Emang sayang sih kalau langsung dibuang. Jadi bisa kita manfaatkan Walaupun nggak sebesar manfaat saat dikonsumsi. Ingat ya, lebih baik dikonsumsi sih, tapi kalau udah daripada dibuang,” ucap dr. Aisya saat dihubungi kumparanMOM, Senin (22/6).
Pemanfaatan ASI Perah yang Sudah Tidak Layak Minum
1. Campuran Air Mandi Bayi
ASI perah yang sudah tidak layak diminum dapat dimanfaatkan sebagai campuran air mandi bayi. Cara ini dipercaya dapat membantu melembapkan kulit yang kering atau mengalami iritasi ringan.
“Dan ini gak berbahaya selama asinya itu gak berbau busuk atau terkontaminasi,” tuturnya.
2. Dioleskan pada Masalah Kulit Ringan
Sebagian orang tua juga menggunakan ASI untuk dioleskan pada ruam popok ringan, kulit kering, lecet ringan, dermatitis ringan, atau jerawat bayi. Meski bukti ilmiahnya masih terbatas, beberapa penelitian menunjukkan ASI dapat membantu proses perbaikan kulit pada kondisi ringan.
Namun, ASI bukan pengganti perawatan medis dan hasilnya tidak selalu lebih baik dibandingkan pengobatan yang direkomendasikan dokter.
Jangan Digunakan untuk Mata, Hidung, Telinga, atau Luka
Ada beberapa penggunaan ASI yang justru tidak dianjurkan. ASI tidak boleh digunakan untuk luka terbuka, luka bernanah, luka bakar, maupun luka yang berisiko mengalami infeksi.
Selain itu, kebiasaan meneteskan ASI ke mata bayi yang belekan juga tidak direkomendasikan. Setelah diperah dan disimpan, ASI tidak lagi steril sehingga berisiko membawa bakteri dan memperburuk infeksi.
ASI juga tidak disarankan digunakan sebagai tetes hidung atau tetes telinga karena belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan manfaatnya. Sebaliknya, tindakan tersebut justru dapat meningkatkan risiko iritasi atau infeksi.
“Terus juga nggak disarankan untuk jadi tetes hidung atau pun telinga karena gak ada manfaatnya dan belum ada bukti ilmiahnya sama sekali,” ujar dr. Aisya.
Jadi, jika ASI perah sudah tidak bisa diminum, masih ada beberapa cara untuk memanfaatkannya. Namun, penggunaannya sebaiknya terbatas untuk kebutuhan luar seperti campuran air mandi atau membantu mengatasi iritasi kulit ringan, bukan sebagai obat.
