Jangan Asal Minum ASI Booster Sejak Awal Kehamilan, Ini Waktu yang Disarankan

Banyak ibu hamil mulai mengonsumsi ASI booster sejak awal kehamilan dengan harapan produksi ASI akan melimpah setelah melahirkan. Padahal, kebiasaan ini tidak selalu tepat dan justru berisiko menimbulkan hiperlaktasi atau produksi ASI berlebihan.
Menurut bidan yang juga Bina Maternity Officer (BMO) dari RS Bina Medika, Bd. Linda Frihastuti, Amd.Keb, ibu hamil tidak dianjurkan mengonsumsi ASI booster atau pelancar ASI terlalu dini, apalagi dalam dosis yang berlebihan.
Waktu yang Tepat Minum ASI Booster
Menurut Linda, konsumsi pelancar ASI sebaiknya dimulai ketika usia kehamilan sudah mendekati persalinan, yakni sekitar 36–37 minggu. Bahkan dalam praktiknya, ia lebih sering menyarankan ibu hamil mulai mengonsumsinya pada usia kehamilan 38–40 minggu.
"Meminum obat lancar ASI sedini mungkin itu salah. Kenapa? Apalagi di-boost minumnya sehari dua kali, dua tablet. Allahuakbar! Jangan say, jangan,” ucap Linda kepada kumparanMOM, Jumat (3/7).
Ia menyarankan, bila memang ingin mengonsumsi pelancar ASI, cukup diminum satu kali sehari pada malam hari saat usia kehamilan sudah mendekati waktu melahirkan.
Menurut Linda, tidak ada merek pelancar ASI yang terbukti lebih ampuh dibandingkan yang lain. Yang lebih penting adalah waktu dan cara mengonsumsinya.
“Boleh. Menurutku semua pelancar ASI itu sama. Tidak ada brandingan khusus yang membuat itu bakalan lancar, tambah bagus, tambah oke, nggak ada,” sambungnya.
Produksi ASI Tidak Perlu Berlebihan
Selain itu, Linda juga mengingatkan bahwa tujuan menyusui bukan menghasilkan ASI sebanyak mungkin, melainkan memastikan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.
Menurutnya, banyak ibu yang merasa bangga jika memiliki stok ASI beku dalam jumlah besar. Padahal, produksi ASI yang berlebihan justru dapat menimbulkan masalah, seperti hiperlaktasi, payudara sering terasa penuh, hingga ASI terus keluar tanpa terkendali.
"Tuhan itu baik, luar biasa. Jangan pernah berdoa, ‘Ya Tuhan tolong ASI-nya banyak banget’. Nggak boleh. ASI kita harus cukup. Cukup, cukup, cukup. Nggak boleh banyak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar ibu tidak membandingkan jumlah produksi ASI dengan orang lain. Sebab, kebutuhan setiap bayi berbeda, dan lambung bayi baru lahir masih sangat kecil.
"Kita bukan sapi perah. Adik bayi itu lambungnya cuma sebesar kelereng. Jadi kamu mau kasih sebotol, muntah dong,” pungkas Linda.
