Makan Bisa Jad Aktivitas yang Tidak Mudah bagi Bayi, Ini Penjelasan Dokter

Bagi orang dewasa, makan mungkin merupakan aktivitas sederhana yang dilakukan sehari-hari. Namun, bagi bayi, makan bisa menjadi salah satu aktivitas yang cukup kompleks lho, Moms.
Menurut Dokter Spesialis Anak RSPI-Pondok Indah, dr. Radhian Armandito, Sp.A, makan melibatkan berbagai sistem tubuh yang harus bekerja secara terkoordinasi
“Makan adalah aktivitas yang paling sulit yang bayi harus lakukan,” ujar dr. Radhian dalam acara launching Phanpy eksklusif di Mothercare, Jumat (14/8).
Melibatkan Banyak Sistem Tubuh
Menurut dr. Radhian, kemampuan bayi untuk makan merupakan hasil kerja berbagai sistem organ, seperti:
-Sensori persepsi, untuk menerima dan mengenali rangsangan.
-Kognisi, yang berkaitan dengan proses belajar dan memahami makanan.
-Sistem pencernaan, untuk memproses makanan.
-Sistem kardiorespirasi, yang melibatkan kerja jantung dan pernapasan.
-Sistem neuromuskular, yang mengatur koordinasi saraf dan otot.
-Sistem muskuloskeletal, yang mendukung pergerakan tubuh.
-Selain melibatkan berbagai sistem tubuh, gerakan saat makan juga cukup kompleks. Salah satunya adalah proses mengunyah.
“Gerakan mengunyah makan itu sebenarnya cukup kompleks. Awalnya, nyusu itu adalah sebuah refleks,” tuturnya.
Bahkan, untuk mengunyah makanan saja dibutuhkan koordinasi kerja lebih dari 20 otot orofasial, yaitu otot yang berada di sekitar mulut dan wajah.
Perkembangan Kemampuan Makan Bayi
Selain itu, kemampuan makan bayi pun berkembang secara bertahap. Secara fisiologis, proses makan terdiri dari beberapa fase, yaitu:
-Fase persiapan oral
Makanan mulai dipersiapkan di dalam mulut sebelum masuk ke tahap berikutnya.
-Fase oral
Makanan diproses di dalam mulut dengan bantuan gerakan lidah, bibir, dan otot-otot di sekitar mulut.
-Fase faringeal
Makanan mulai melewati faring menuju kerongkongan.
-Fase esofageal
Makanan bergerak melalui kerongkongan menuju lambung.
Jadi, seiring bertambahnya usia, kemampuan dan refleks bayi juga mengalami perubahan. Beberapa perkembangan tersebut di antaranya:
1. Refleks muntah semakin bermigrasi ke belakang, seiring matangnya kemampuan oral bayi.
2. Bayi mulai beralih dari pola suckling untuk mengambil makanan dari sendok dengan bibir dan menggerakkannya ke bagian belakang mulut.
3. Refleks rooting mencari sumber makanan mulai menghilang.
4. Sekitar usia 6 bulan, makanan padat yang berada di area gusi dapat memicu munculnya pola mengunyah.
