Kumparan Logo

Moms, Kenali Tanda Cacingan yang Bisa Ganggu Konsentrasi Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
belajarMoms, Kenali Tanda Cacingan yang Bisa Ganggu Konsentrasi Anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
belajarMoms, Kenali Tanda Cacingan yang Bisa Ganggu Konsentrasi Anak. Foto: Shutterstock

Moms, pernah merasa si kecil belakangan lebih sulit fokus saat belajar atau mengerjakan tugas? Jangan buru-buru menganggap anak malas atau tidak tertarik belajar, ya.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, cacingan dapat membuat anak lemas, mudah mengantuk, dan sulit fokus. Jika terjadi terus-menerus, infeksi cacing juga dapat menyebabkan kekurangan zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak dan memengaruhi fungsi kognitif, termasuk daya ingat dan konsentrasi.

Bagaimana Anak Bisa Terkena Cacingan?

Cacingan terjadi ketika telur atau larva cacing masuk ke dalam tubuh. Penularannya bisa terjadi melalui kebiasaan sehari-hari, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi buah dan sayur yang belum dicuci bersih, makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta tidak menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar rumah.

Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

Kenali Tanda-tandanya

Sebagian besar kasus cacingan pada anak tidak selalu menunjukkan gejala yang serius. Namun, beberapa tanda yang dapat diperhatikan orang tua meliputi:

-Gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari.

-Gelisah atau tidak nyaman saat tidur karena sering menggaruk area anus.

-Kemerahan atau iritasi di sekitar anus.

-Sering sakit perut.

-Nafsu makan berkurang yang dapat menyebabkan berat badan menurun.

-Mudah marah atau tersinggung.

Anak menolak makan. Foto: Shutter Stock

Pada beberapa jenis cacing, orang tua bahkan dapat melihat cacing saat anak buang air besar atau di sekitar anus. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.

Cara Mencegah Cacingan Pada Anak

Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Moms bisa mengajarkan anak untuk:

1. Rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan.

2. Mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi.

3. Menggunakan alas kaki saat bermain atau beraktivitas di luar rumah.

4. Memastikan makanan dan minuman higienis serta diolah dengan baik.

Ilustrasi anak cuci tangan. Foto: Shutterstock

Selain perilaku hidup bersih dan sehat, pemberian obat cacing secara berkala juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dalam program pemerintah.

Pemberian obat cacing di Posyandu menyasar:

-Usia 1–5 tahun melalui Posyandu

-Usia 6–12 tahun melalui sekolah dasar atau Posyandu

-Anak di atas 1 tahun yang tidak sedang sakit dan berat badannya sesuai standar minimal

Pemberian obat cacing dilakukan dua kali dalam setahun, pada Februari dan Agustus, dengan obat yang umum digunakan berasal dari golongan albendazole atau mebendazole.

Ilustrasi obat cacing. Foto: Shutter Stock

Namun, jika anak sedang mengalami demam tinggi, diare berat, atau gangguan pencernaan akut, pemberian obat cacing dapat ditunda dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Dengan mengenali tanda-tandanya dan membiasakan perilaku hidup bersih, orang tua dapat membantu mengurangi risiko cacingan pada si kecil agar ia dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.

kumparan post embed