Viral Balita Makan Tempe Mentah Satu Papan, Ini Penjelasan Dokter

Tempe menjadi salah satu makanan yang kerap diandalkan orang tua untuk memenuhi kebutuhan protein anak. Namun, bagaimana jika anak justru menyukai tempe dalam kondisi mentah?
Akun TikTok @chisunfamily membagikan video seorang balita laki-laki yang asyik menyantap tempe mentah hingga satu papan. Video tersebut pun menarik perhatian dan memunculkan pertanyaan mengenai keamanan tempe mentah untuk anak, terutama balita.
Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa tempe merupakan sumber protein nabati yang baik. Proses fermentasi menggunakan jamur Rhizopus juga membantu membuat protein dan beberapa zat gizi dalam kedelai lebih mudah dicerna.
Meski begitu, ia tidak menganjurkan tempe mentah menjadi kebiasaan makan balita, terutama jika kebersihan dan proses penyimpanannya tidak dapat dipastikan.
“Tempe adalah produk fermentasi, tetapi fermentasi tidak berarti seluruh mikroorganisme yang mungkin mencemari makanan menjadi hilang,” ucap dr. Aisya, Rabu (23/9).
Risiko Anak Makan Tempe Mentah
Menurut dr. Aisya, risiko utama mengonsumsi tempe mentah adalah penyakit akibat makanan yang terkontaminasi atau foodborne illness. Risiko ini dapat meningkat apabila kebersihan selama proses produksi hingga penyimpanan tempe tidak terjaga dengan baik.
Beberapa gejala yang dapat muncul apabila anak mengalami penyakit akibat makanan yang terkontaminasi antara lain:
-Mual dan muntah
-Diare
-Nyeri atau kram perut
-Demam
Pada kondisi tertentu, muntah dan diare juga dapat menyebabkan dehidrasi pada anak. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan kondisi si kecil jika mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan mentah.
“Yang menjadi perhatian bukan karena jamur tempe (Rhizopus) itu sendiri berbahaya, tetapi lebih kepada kemungkinan adanya kontaminasi mikroorganisme lain selama proses produksi, distribusi, penyimpanan, atau setelah tempe dibuka,” tegas dr. Aisya.
Bagaimana Membiasakan Anak Makan Tempe Matang?
Jika anak telanjur menyukai tempe mentah, Moms tidak perlu langsung melarangnya secara keras. Orang tua bisa membiasakan anak mengonsumsi tempe yang sudah dimasak matang secara bertahap.
Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:
1. Pilih metode memasak dengan tekstur lembut
Jika anak menyukai tekstur tempe mentah yang lembut, Moms bisa mencoba mengukus tempe hingga matang atau menumisnya sampai empuk.
2. Sajikan dalam bentuk menarik
Potong tempe menjadi bentuk yang menarik dan sesuai dengan kemampuan anak mengunyah. Pastikan ukuran dan teksturnya aman untuk si kecil.
3. Campurkan dengan makanan favorit
Moms bisa mencampurkan tempe matang ke dalam makanan yang sudah disukai anak agar si kecil lebih mudah menerima rasa dan teksturnya.
4. Biasakan secara bertahap
Alih-alih langsung memaksa anak mengubah kebiasaannya, tawarkan tempe matang secara konsisten dengan cara yang menyenangkan. Namun, selama proses pembiasaan, sebaiknya hindari memberikan tempe mentah kepada balita.
“Untuk ke depannya, pada balita lebih baik tempe diberikan dalam kondisi sudah dimasak matang sebagai bagian dari pola makan yang aman dan bergizi,” tutupnya.
