Kumparan Logo

Viral Balita Makan Tempe Mentah Satu Papan, Ini Penjelasan Dokter

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Ilustrasi tempe. Foto: Daniel Pawer/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tempe. Foto: Daniel Pawer/Shutterstock

Tempe menjadi salah satu makanan yang kerap diandalkan orang tua untuk memenuhi kebutuhan protein anak. Namun, bagaimana jika anak justru menyukai tempe dalam kondisi mentah?

Akun TikTok @chisunfamily membagikan video seorang balita laki-laki yang asyik menyantap tempe mentah hingga satu papan. Video tersebut pun menarik perhatian dan memunculkan pertanyaan mengenai keamanan tempe mentah untuk anak, terutama balita.

Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa tempe merupakan sumber protein nabati yang baik. Proses fermentasi menggunakan jamur Rhizopus juga membantu membuat protein dan beberapa zat gizi dalam kedelai lebih mudah dicerna.

embed from external kumparan

Meski begitu, ia tidak menganjurkan tempe mentah menjadi kebiasaan makan balita, terutama jika kebersihan dan proses penyimpanannya tidak dapat dipastikan.

“Tempe adalah produk fermentasi, tetapi fermentasi tidak berarti seluruh mikroorganisme yang mungkin mencemari makanan menjadi hilang,” ucap dr. Aisya, Rabu (23/9).

Risiko Anak Makan Tempe Mentah

Menurut dr. Aisya, risiko utama mengonsumsi tempe mentah adalah penyakit akibat makanan yang terkontaminasi atau foodborne illness. Risiko ini dapat meningkat apabila kebersihan selama proses produksi hingga penyimpanan tempe tidak terjaga dengan baik.

Beberapa gejala yang dapat muncul apabila anak mengalami penyakit akibat makanan yang terkontaminasi antara lain:

Ilustrasi tempe. Foto: Arif Relano Oba/Shutterstock

-Mual dan muntah

-Diare

-Nyeri atau kram perut

-Demam

Pada kondisi tertentu, muntah dan diare juga dapat menyebabkan dehidrasi pada anak. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan kondisi si kecil jika mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan mentah.

“Yang menjadi perhatian bukan karena jamur tempe (Rhizopus) itu sendiri berbahaya, tetapi lebih kepada kemungkinan adanya kontaminasi mikroorganisme lain selama proses produksi, distribusi, penyimpanan, atau setelah tempe dibuka,” tegas dr. Aisya.

Ilustrasi anak makan nugget tempe Foto: shutterstock

Bagaimana Membiasakan Anak Makan Tempe Matang?

Jika anak telanjur menyukai tempe mentah, Moms tidak perlu langsung melarangnya secara keras. Orang tua bisa membiasakan anak mengonsumsi tempe yang sudah dimasak matang secara bertahap.

Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

1. Pilih metode memasak dengan tekstur lembut

Jika anak menyukai tekstur tempe mentah yang lembut, Moms bisa mencoba mengukus tempe hingga matang atau menumisnya sampai empuk.

2. Sajikan dalam bentuk menarik

Potong tempe menjadi bentuk yang menarik dan sesuai dengan kemampuan anak mengunyah. Pastikan ukuran dan teksturnya aman untuk si kecil.

3. Campurkan dengan makanan favorit

Ilustrasi Nugget Tempe. Foto: Instagram/@moms2a

Moms bisa mencampurkan tempe matang ke dalam makanan yang sudah disukai anak agar si kecil lebih mudah menerima rasa dan teksturnya.

4. Biasakan secara bertahap

Alih-alih langsung memaksa anak mengubah kebiasaannya, tawarkan tempe matang secara konsisten dengan cara yang menyenangkan. Namun, selama proses pembiasaan, sebaiknya hindari memberikan tempe mentah kepada balita.

“Untuk ke depannya, pada balita lebih baik tempe diberikan dalam kondisi sudah dimasak matang sebagai bagian dari pola makan yang aman dan bergizi,” tutupnya.

kumparan post embed