Konten dari Pengguna

Belanja untuk Natal? Pilih Produk Lokal, Ya

Eka Sari Lorena

Eka Sari Lorenaverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Eka Sari Lorena tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Eka Sari Lorena Foto: Dok. Eka Sari Lorena
zoom-in-whitePerbesar
Eka Sari Lorena Foto: Dok. Eka Sari Lorena

Natal kurang dari 10 hari lagi. Mall sudah ramai sekali. Bahkan, ada yang mulai menyambut Natal sejak menjelang akhir November. THR mulai turun, orang-orang ramai belanja.

Orang Inggris di masa Natal ini diprediksi spending hingga 2,4 milliar dollar untuk belanja baju Natal. Banyak banget. Tapi biasanya, berdasarkan survei yang ditulis Guardian, hanya dipakai tidak lebih dari tiga kali.

Ya, lihat saja, baju dengan warna dominan merah, dengan ada gambar Rudolf Red Nose, kapan lagi dipakai selain saat Natal. Pengaruh media sosial lebih kencang lagi, orang jadi malas upload foto dengan baju yang sama. Alamak.

Untungnya, sekarang tak harus sih beli baju baru. Ekonomi sharing mempermudah segalanya. Bisa saja membeli baju second, bahkan baju second dari selebritis. Atau, menyewa baju dari startup-startup yang kini berpikir kreatif. Pinjem baju? Ya, jangan sedih, sudah di-laundry dulu kok.

Eka Sari Lorena. Foto: kumparan

Gimana kalau tetap mau beli baju baru? Oke aja tapi utamakan produk lokal ya. Entah kebaya, tenun, batik, atau bahkan ulos. Ada begitu banyak toko bagus di sekitar kita yang mempekerjakan penjahit lokal. Pilihlah mereka.

Kalau bisa ya jangan nawar. Beli baju di butik saja nawar, masak beli batik atau kain tenun nawar habis-habisan. Enggak malu?

Membeli produk lokal jelas menguatkan ekonomi lokal. Dan, tetap belanja itu sebenarnya penting karena menjaga konsumsi penting untuk menjaga ekonomi nasional. Tapi, jangan kecanduan belanja yaaa. Happy shopping. / ESL