Cegah Flu dan Pilek Selama Puasa Ramadan

Guru di Sekolah IAS Al-Jannah
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Eko Suryo Pranoto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ramadan tahun ini bertepatan dengan musim hujan di Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia masih mengalami kebanjiran. Sebut saja daerah Sumatra Utara, daerah yang beberapa bulan lalu menghadapi musibah banjir bandang, kali ini karena curah hujan yang cukup tinggi, daerah tersebut mengalami banjir kembali. Tetangga dekat Jakarta, Bekasi pun masih ada daerahnya yang tergenang air akibat banjir parah yang dialami daerah tersebut.
Perubahan cuaca yang tidak bisa ditentukan mengakibatkan beberapa penyakit menjadi langganan dalam keadaan tersebut. Flu atau biasa kita sebut pilek sering kali menghinggapi tubuh kita. Bukan karena pola makan saja, virus tersebut juga sering menghinggapi tubuh manusia di saat cuaca hujan seperti ini.
Perubahan pola makan, tidur, dan cuaca yang dingin serta lembab selama puasa akan membuat tubuh lebih rentan terpapar flu, hingga infeksi saluran pernafasan. Oleh sebab itu, saat puasa Ramadan yang bertepatan dengan datangnya musim penghujan, maka sebaiknya setiap muslim harus mempersiapkan dirinya untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan kondisi tubuh yang sehat, sehingga kegiatan puasa akan berjalan dengan baik dan tanpa gangguan kesehatan.
Berikut beberapa tips mencegah flu dan pilek saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
1. Sahur dan berbuka dengan makanan yang sehat
Menurut para dokter, pola makan dengan gizi seimbang saat berbuka puasa dan sahur sangat berperan penting dalam mencegah berbagai macam penyakit dan virus, terutaman penyakit flu. Nutrisi yang cukup akan membuat tubuh menjadi kuat dan akan mengusir berbagai macam penyakit dan virus. Makanan kaya vitamin C seperti buah jeruk, jambu, papaya, mangga, dan nanas merupakan salah satu buah yang banyak kita temui di pedagang buah yang merupakan sumber vitamin yang akan menguatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi puasa Ramadan. Selain vitamin C, tubuh juga membutuhkan protein yang akan membentuk antibodi untuk imunitas, dan menghasilkan hormon serta enzim untuk metabolisme, dan juga menjadi sumber energi bagi tubuh dapat ditemui pada telur, ikan daging, kacang-kacangan seperti tempe dan tahu.
2. Penuhi hidrasi
Dehidrasi dalam tubuh akan melemahkan sistem pertahanan alami tubuh, terutama saat berpuasa dalam waktu yang lama. Minum air putih sebanyak 8 hingga 10 gelas antara berbuka puasa dan sahur akan membuat sistem pertahanan tubuh menjadi kuat. Selain minum air putih, dianjurkan juga untuk mengkonsumsi sup dan buah-buahan. Hindari minuman berkafein dan minuman manis karena akan menyebabkan dehidrasi.
3. Tidur cukup
Gangguan tidur akan dialami oleh setiap orang yang melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Tetapi, dengan istirahat yang cukup juga dapat menekan kekebalan tubuh. Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan juga kita harus mengetahui berapa jam kita tidur dalam sehari. Tidur sangat penting untuk mengatur kekebalan dalam tubuh. Usahakan tidur selama tujuh sampai sembilan jam setiap hari, walaupun terbagi antara tidur siang dan tidur malam. Selain itu, paparan cahaya pada ponsel serta mengatur waktu istirahat adalah salah satu cara strategis dalam menghindari kurang tidur.
4. Suplemen
Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi supleman tambahan. Tentu saja, suplemen tersebut dapat dikonsumsi dengan aman diluar jam puasa. Vitamin C, vitamin D, seng, dan probiotik dalam dikonsumsi antara waktu berbuka dan waktu sahur.
5. Olahraga
Puasa bukan berarti kegiatan olahraga harus berhenti. Berjalan kaki mengelilingi lapangan atau berjalan kaki mencari menu berbuka merupakan cara yang efektif dalam menjaga tubuh untuk tetap bugar walau dalam kondisi berpuasa. Lakukan kegiatan olahraga santai seperti berjalan kaki, mengangkat beban menjelang berbuka puasa. Beberapa pakar tidak menyarankan berolahraga yang membuat dehidrasi tinggi seperti bermain bola, badminton dan olahraga lainnya yang membutuhkan tenaga yang besar.
