KKN Untag Surabaya Lakukan Pemberdayaan dengan Manfaatkan Sampah Organik

Saya merupakan mahasiswi Ilmu Komunikasi semester 6 di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Eliza Qouturnada tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Permasalahan sampah menjadi sebuah fenomena sosial di masyarakat sampai saat ini, baik masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Sampah yang dihasilkan masyarakat diantaranya sampah organik, sampah anorganik, dan sampah residu atau B3. Sampah organik yang dihasilkan masyarakat ini bisa menjadi hal-hal bermanfaat salah satunya sebagai media tanam.
Mahasiswi KKN Reguler 14 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG), Eliza Qouturnada melakukan pengabdian kepada masyarakat selama 12 hari di Desa Segunung dengan memanfaatkan sampah organik hasil rumah tangga. Sampah organik seperti kulit buah dan sampah sisa memasak, bisa menjadikan inovasi baru untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama ibu rumah tangga. Inovasi seperti ini dapat dijadikan sebagai alternatif kegiatan untuk mengisi waktu kosong. Pembuatan media tanam di rumah juga lebih menghemat pengeluaran, masyarakat bisa mengurangi sampah hingga menambah ekonomi.
Selama ini sampah sisa memasak belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat. Dengan melihat fenomena tersebut, mahasiswa KKN Untag Surabaya menggandeng ibu-ibu rumah tangga untuk melakukan kegiatan penanaman sayur yang memanfaatkan sampah sisa tersebut. Warga begitu antusias dengan kegiatan ini karena bahan dan alat yang digunakan mudah didapat dan sangat ekonomis.
Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini, menjadi salah satu upaya kita dalam menjaga bumi. Kegiatan ini berjalan selama 2 hari yang mencakup 6 dusun di Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Pengabdian ini banyak memberikan masyarakat pengalaman baru melalui materi-materi yang diberikan teman-teman mahasiswa, terutama tentang manfaat sampah organik yang dapat dijadikan usaha rumahan.
Masyarakat Desa Segunung merasa kegiatan yang dilaksanakan teman-teman KKN sangat bervariasi, sampah organik menjadi salah satu program yang digagas mahasiswa dengan memberikan inovasi baru menjadi sebuah produk. Selain produk, masyarakat juga dilibatkan dalam kegiatan eco green seperti media tanam. ”Mahasiswa yang KKN ini sangat kreatif, sampah dapur yang setiap harinya kita gunakan, daripada dibuang begitu saja ternyata bisa jadi media tanam yang bermanfaat,” tutur Dewi Utami, warga Dusun Jani, Desa Segunung.
Penulis merasa adanya kegiatan ini banyak memberikan pengalaman, terutama pengalaman bersosialisasi dan terjun langsung dengan masyarakat. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Untag Surabaya karena telah memfasilitasi selama 12 hari, mulai dari pembekalan hingga penutupan. Tak lupa juga terima kasih kepada dosen pembimbing lapangan, Moh. Dey Prayogo,S.I.Kom., M.I.Kom, yang telah membimbing dan mendampingi dari awal kegiatan hingga akhir. Kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar berkat antusiasme masyarakat Desa Segunung dan dukungan pihak terkait yakni Kepala Desa beserta jajarannya, serta pihak keamanan yang selalu melakukan pengawasan bagi mahasiswa Untag Surabaya.
