Konten dari Pengguna

Matcha Latte: Minuman Hijau yang Tak Sekadar Tren

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elizabet tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Segelas matcha latte yang memadukan bubuk teh hijau khas Jepang dengan susu, menjadi salah satu minuman yang semakin populer di kalangan pecinta kopi dan teh. Foto: Dokumen Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Segelas matcha latte yang memadukan bubuk teh hijau khas Jepang dengan susu, menjadi salah satu minuman yang semakin populer di kalangan pecinta kopi dan teh. Foto: Dokumen Pribadi.

Di Balik Segelas Matcha Susu yang Makin Digemari

Segelas matcha latte dengan perpaduan warna hijau dan putih yang berlapis kini menjadi pemandangan yang mudah ditemukan di berbagai kafe. Rasanya yang khas, perpaduan antara sedikit pahit, gurih, dan creamy dari susu, membuat minuman ini semakin digemari oleh berbagai kalangan. Tidak sedikit pula yang memilih matcha latte sebagai alternatif kopi untuk menemani aktivitas sehari-hari.

Namun, di balik tampilannya yang menarik dan rasanya yang nyaman di lidah, matcha memiliki sejarah panjang yang berakar dari tradisi Jepang. Matcha berasal dari tanaman teh yang sama dengan teh hijau biasa, yaitu Camellia sinensis. Perbedaannya terletak pada cara budidaya dan pengolahannya yang membuat matcha memiliki warna lebih hijau serta kandungan nutrisi yang lebih tinggi.

Beberapa minggu sebelum panen, tanaman teh untuk matcha ditutupi dari sinar matahari langsung. Proses ini meningkatkan produksi klorofil dan L-theanine, senyawa yang berperan dalam menciptakan rasa umami khas sekaligus memberikan efek relaksasi. Setelah dipanen, daun teh diolah menjadi bubuk halus yang kemudian dikenal sebagai matcha.

Berbeda dengan teh hijau yang hanya diseduh, matcha dikonsumsi bersama seluruh bubuk daunnya. Karena itu, kandungan antioksidan yang terdapat di dalamnya dapat diperoleh secara lebih maksimal. Salah satu antioksidan yang banyak diteliti adalah EGCG (epigallocatechin gallate), yang dikenal memiliki peran dalam membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas.

Ketika dipadukan dengan susu menjadi matcha latte, rasa matcha menjadi lebih lembut dan mudah dinikmati, terutama bagi mereka yang baru mulai mencoba minuman ini. Selain itu, kandungan L-theanine dan kafein pada matcha juga menghasilkan efek fokus yang lebih stabil dibandingkan beberapa minuman berkafein lainnya.

Popularitas matcha latte mungkin didorong oleh tren dan tampilannya yang estetik, tetapi daya tarik utamanya tetap terletak pada perpaduan cita rasa, tradisi, dan kandungan alami yang dimilikinya. Tak heran jika minuman berwarna hijau ini terus menjadi pilihan favorit banyak orang, baik untuk memulai hari maupun sekadar menikmati waktu istirahat.