Konten dari Pengguna

Segelas Cokelat dan Seni Berhenti Sejenak dari Dunia yang Terlalu Cepat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elizabet tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Segelas minuman cokelat dingin. Sumber: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Segelas minuman cokelat dingin. Sumber: Dokumen Pribadi

Ketika ketenangan hadir dalam segelas cokelat dingin

Di era yang serba cepat seperti sekarang, beristirahat sering kali dianggap sebagai bentuk kemalasan. Banyak orang merasa harus selalu produktif, selalu bergerak, dan selalu menghasilkan sesuatu. Padahal, manusia bukanlah mesin yang dapat bekerja tanpa henti.

Di tengah rutinitas tersebut, saya menyadari bahwa terkadang ketenangan justru hadir melalui hal-hal sederhana. Salah satunya adalah saat menikmati segelas minuman cokelat dingin di sore hari.

Bagi sebagian orang, minuman hanyalah pelepas dahaga. Namun bagi yang lain, minuman dapat menjadi sebuah jeda. Sebuah kesempatan untuk menghentikan sejenak tekanan pekerjaan, tugas kuliah, target bisnis, maupun berbagai persoalan hidup yang datang silih berganti.

Foto di atas mungkin terlihat biasa. Hanya sebuah gelas plastik berisi minuman cokelat. Namun jika diperhatikan lebih dalam, ada makna yang sering terlupakan. Di saat dunia terus menuntut kita untuk bergerak lebih cepat, segelas minuman ini seolah mengingatkan bahwa tidak ada salahnya memberi waktu untuk diri sendiri.

Ironisnya, banyak orang rela menghabiskan waktu berjam-jam bekerja demi mengejar kehidupan yang lebih baik, tetapi lupa menikmati hasil dari perjuangan tersebut. Kita sering menunda kebahagiaan dengan alasan menunggu sukses, menunggu kaya, atau menunggu keadaan menjadi sempurna. Padahal kebahagiaan tidak selalu datang dalam bentuk pencapaian besar.

Terkadang kebahagiaan hadir dalam bentuk yang sangat sederhana. Duduk di sebuah sudut ruangan yang tenang, memegang segelas minuman favorit, lalu membiarkan pikiran beristirahat beberapa menit dari segala kesibukan.

Mungkin itulah alasan mengapa banyak orang senang mengunjungi kedai kopi atau tempat nongkrong. Bukan semata-mata karena minumannya, melainkan karena mereka sedang mencari ruang untuk bernapas di tengah padatnya kehidupan.

Pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang seberapa banyak target yang berhasil dicapai. Hidup juga tentang seberapa sering kita mampu menikmati perjalanan yang sedang dijalani.

Karena terkadang, yang kita butuhkan bukan liburan panjang atau hadiah yang mahal. Cukup segelas cokelat dingin dan beberapa menit untuk berdamai dengan diri sendiri.