Penyediaan Air Minum Umbulan, Kesampingkan Ego Daerah Demi Pelayanan Masyarakat

ASN Kementerian PUPR
Konten dari Pengguna
20 September 2022 13:06
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Eliza Bhakti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Dari sejarah kita berkaca, awal peradaban kuno serta pusat–pusat pertumbuhan ekonomi di masa lampau ditandai dengan sumber–sumber air yang mengelilinginya. Sebut saja peradaban bangsa Mesir di delta sungai Nil dan peradaban India kuno yang berpusat di Sungai Gangga.
ADVERTISEMENT
Berbicara mengenai kebutuhan air yang terus meningkat tersebut, di masa depan permasalahan krisis air akan menjadi isu penting. Menurut Tietenberg (2012) diperkirakan hanya ada sekitar 2,5% dari total volume air di bumi yang merupakan air yang layak dikonsumsi.
Sumber air bersih di dunia 90%nya merupakan air tanah. Pengolahan air laut sudah mulai dilakukan, namun biaya operasi dan pemeliharaannya cukup tinggi. Dengan permasalahan tersebut Pemerintah perlu melakukan investasi dalam pembangunan infrastruktur penyediaan air minum untuk mengantisipasi krisis air di masa depan.
Dalam pelaksananaan penyediaan air minum, terdapat banyak tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan ketersediaan air baku, rendahnya komitmen Pemerintah daerah serta alokasi pendanaan yang rendah. Secara geografis, karakteristik antar daerah di Indonesia sangat berbeda, sehingga ketersediaan air baku tidak merata antar Kabupaten dan Kota. Terlebih, adanya otonomi daerah menyebabkan adanya penyekatan wilayah secara administrasi.
ADVERTISEMENT

Mata Air Umbulan

Salah satu praktik baik dalam pembangunan penyediaan air minum lintas wilayah administrasi adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Umbulan di Provinsi jawa Timur. Sumber air berasal dari mata air Umbulan yang terletak di Desa Umbulan Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur.
Mata air Umbulan pertama kali ditemukan pada tahun 1916. Pengelolaan mulai dilakukan setahun kemudian oleh Inlando Water Bedrij Belanda.
zoom-in-whitePerbesar
Mata air Umbulan pertama kali ditemukan pada tahun 1916. Pengelolaan mulai dilakukan setahun kemudian oleh Inlando Water Bedrij Belanda.
Potensi debit mata air Umbulan sebesar 5.000 liter/ detik, dengan potensi manfaat untuk sekitar 3 juta jiwa. Tentu akan sangat egois apabila mata air yang melimpah tersebut hanya dimanfaatkan oleh 1 daerah saja.
Kualitas dari mata air Umbulan pun cukup baik, karena berasal dari sumber mata air terlindungi sehingga tidak perlu pengolahan air minum yang terlalu rumit.

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Umbulan

Dengan spirit penyediaan air minum secara regional, Pemerintah menginisiasi Proyek SPAM Umbulan. Proyek ini melibatkan 6 Pemerintah Daerah yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik. Serta 6 Badan Usaha Milik Daerah Air Minum (BUMD) yaitu PT. Air Bersih Jawa Timur, PDAM Kota Surabaya, PDAM Kota Pasuruan, PDAM Kabupaten Pasuruan, PDAM Kabupaten Sidoarjo dan PDAM Kabupaten Gresik.
KPBU SPAM Umbulan merupakan pioneer SPAM regional yang didanai melalui Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
zoom-in-whitePerbesar
KPBU SPAM Umbulan merupakan pioneer SPAM regional yang didanai melalui Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
Selain unsur Pemerintah daerah, proyek ini juga melibatkan unsur Pemerintah Pusat antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Unsur lain yang terlibat dalam suksesnya proyek adalah PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia. Proyek ini juga merupakan pioneer SPAM regional yang didanai melalui Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).
ADVERTISEMENT
Pendanaan proyek ini menggunakan sistem kontrak Build-Operate-Transfer (BOT) atau Bangun–Guna-Serah dengan masa konsesi 25 tahun dari tanggal waktu operasional komersial. PT Meta Adhya Tirta Umbulan selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP) telah menyelesaikan konstruksi fisik pada Juni 2020.
Pada tanggal 22 Maret 2021 Presiden RI secara simbolis memutar tuas katup air di SPAM Umbulan untuk meresmikan proyek ini.
zoom-in-whitePerbesar
Pada tanggal 22 Maret 2021 Presiden RI secara simbolis memutar tuas katup air di SPAM Umbulan untuk meresmikan proyek ini.
Dukungan Infrastruktur Pemerintah melalui APBN untuk pembangunan 17 titik offtake di 5 Kabupaten/ Kota telah selesai pada tahun 2020. BUP juga telah melaksanakan uji komisioning keseluruhan pada Januari 2021. Secara simbolis, pada tanggal 22 Maret 2021 Presiden RI memutar tuas katup air di SPAM Umbulan serta melakukan penandatanganan prasasti untuk meresmikan proyek ini.
Bentuk sinergi pembiayaan dalam proyek ini adalah dukungan fiskal Pemerintah Pusat dengan total nilai investasi sebesar Rp 2,58 Triliun, dan dukungan kelayakan Viability Gap Fund (VGF) sebesar Rp 818 Milyar. Dukungan ini diberikan untuk memeberikan keterjangkauan dan keadilan tarif yang dibebankan kepada masyarakat.
Infrastruktur dasar air minum memegang peran penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi untuk mempercepat pembangunan nasional.
zoom-in-whitePerbesar
Infrastruktur dasar air minum memegang peran penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi untuk mempercepat pembangunan nasional.
Pembangunan SPAM Regional ini menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Timur serta menjadi penggerak dalam pemulihan ekonomi nasional saat pandemi Covid-19. Dikutip dari Wardhana (2021), KPBU SPAM dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung, diantaranya melalui kegiatan konstruksi beserta bangkitnya ekonomi lainnya dari proyek.
ADVERTISEMENT
***
Permasalahan klasik pembangunan infrastruktur penyediaan air minum adalah terkait air baku dan pembiayaan. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah perlu menekan ego masing – masing demi tercapainya tujuan bersama yaitu pelayanan dasar air minum terhadap masyarakat.
Kunci sukses pembangunan infrastruktur yang dapat dijadikan praktik baik dari SPAM Regional Umbulan adalah: Pertama, perencanaan pembangunan yang matang dan sinergi yang baik di sisi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah; Kedua, manajemen kelembagaan yang tepat dalam operasional dan pemeliharaan, dalam hal ini fungsi kelembagaan pengelola SPAM di level Kabupaten/ Kota dan Provinsi; dan ketiga, pelaksanaan kerjasama yang efektif dan efisien.
Pembangunan infrastruktur SPAM Regional Umbulan merupakan cerminan dari sinergi antar pihak demi sebesar – besarnya kemakmuran dan hajat hidup rakyat.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020