Kumparan Logo

Ekonomi 99 Kabupaten/Kota Tumbuh di Atas 6 Persen, Ini Penopangnya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertemuan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dengan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti  di Kantor BPS, Jakarta pada Senin (12/10/2026). Foto: Zulfa Salman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dengan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta pada Senin (12/10/2026). Foto: Zulfa Salman/kumparan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat 99 Kabupaten/Kota di Indonesia yang mengalami pertumbuhan ekonomi menembus angka 6 persen. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan perekonomian daerah yang bertumbuh ini ditopang oleh industri dan pertanian.

“Kami juga menyampaikan bahwa ada 99 kabupaten/kota di Indonesia yang tumbuhnya sudah di atas 6 persen selama semester I tahun 2026,” jelasnya usai pertemuannya dengan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Perekonomian Drajad Wibowo di Kantor BPS, Senin (12/10).

Menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi daerah mengambil peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, karena pertumbuhan ekonomi nasional merupakan agregasi dari pertumbuhan ekonomi daerah.

Amalia melanjutkan data menunjukkan terdapat kabupaten/kota yang bahkan tumbuh di atas 8 persen. Misalnya, Kendal, Batang, dan Gorontalo yang melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

“Karena dia memang ditopang oleh industri manufaktur yang bergerak. Kemudian ada Batang, yang juga tumbuh di atas 8 persen karena ada KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Batang,” katanya.

Pembeli memilah cabai di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (20/6/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Selain kabupaten/kota berbasis tambang, Amalia mengatakan ada juga kabupaten/kota dengan pertumbuhan tinggi yang tidak berbasis tambang karena mengedepankan sektor pertanian.

“Seperti misalnya Sidrap (Sidenreng Rappang) dari kawasan industri. Di Sidrap itu kan contoh kabupaten yang bisa tumbuh mendekati 7 persen karena dia meningkatkan produktivitas sektor pertanian,” papar Amalia. “Dia juga mendorong investasi masuk, membuat industri pengolahan di situ, dan ekonomi bisa tumbuh.”

Menanggapi paparan data oleh BPS dalam pertemuan, Wamenko Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo yakin jika pemerintah bisa mereplikasi pertumbuhan daerah, maka target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 mungkin untuk dicapai.

"Kalau itu momentumnya bisa kita bangun, insyaallah target Presiden, kebijakan Presiden untuk pertumbuhan 8 persen itu sesuatu yang amat sangat bisa dicapai," lanjutnya.

Selain replikasi pertumbuhan daerah, Dradjad juga menyoroti inflasi yang perlu diperhatikan dengan serius dan sektor ekspor yang harus digenjot untuk menjaga pertumbuhan ke depannya.

Amalia pun menganjurkan agar pemerintah mendorong ekonomi Sumatera demi pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Semua provinsi di Pulau Jawa sudah tumbuh di atas rata-rata ekonomi nasional, namun beberapa provinsi masih tumbuh di bawah rata-rata nasional. Ini yang harus didorong,” katanya.

instagram embed