Kumparan Logo

Emiten RAJA Resmi Masuk Proyek FLNG Pertama di Indonesia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tanker LNG.  Foto: Stefan Dinse/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanker LNG. Foto: Stefan Dinse/Shutterstock

Emiten PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) resmi merampungkan akuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas (PT LNG). Transaksi tersebut dilakukan melalui anak usaha RAJA, PT Raharja Gas Kasuri, yang memiliki 99,99% saham perseroan.

Penyelesaian transaksi ditandai dengan penandatanganan Akta Jual Beli Saham antara PT Raharja Gas Kasuri dan Genting LNG Pte. Ltd. pada 4 September 2026.

PT Layar Nusantara Gas merupakan pengembang infrastruktur midstream dan downstream, termasuk fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) pertama di Indonesia. Perusahaan tersebut juga menjadi salah satu offtaker gas bumi yang diproduksikan dari Blok Kasuri di Papua Barat berdasarkan Kontrak Bagi Hasil Kasuri (Kasuri PSC).

Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk Djauhar Maulidi mengatakan, penyelesaian transaksi tersebut menjadi bagian penting dari kemitraan strategis RAJA dengan Genting Berhad Group.

“Penyelesaian transaksi ini menandai tonggak penting dalam kemitraan strategis yang telah kami bangun bersama Genting Berhad Group. Kepemilikan saham kami di PT LNG memperkuat posisi RAJA Group di sepanjang rantai nilai LNG dan meletakkan fondasi bagi kolaborasi jangka panjang yang lebih luas untuk mendukung pengembangan ekosistem LNG di Indonesia,” ujar Djauhar dalam keterangannya, Selasa (8/9).

Akuisisi tersebut memberikan RAJA eksposur langsung pada segmen midstream dan likuefaksi gas. Langkah ini melengkapi portofolio Perseroan yang sebelumnya mencakup perdagangan gas, transportasi, serta infrastruktur energi.

Proyek FLNG tersebut berkaitan dengan pengembangan Lapangan Asap, Kido, dan Merah (AKM) di Blok Kasuri. Proyek ini telah memperoleh persetujuan Pemerintah Republik Indonesia melalui Rencana Pengembangan Lapangan pertama atau Plan of Development (POD I).

Dalam rencana pengembangan yang telah disetujui, proyek tersebut mencakup pasokan gas bumi sebesar 230 million standard cubic feet per day (mmscfd) kepada fasilitas FLNG dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun (mtpa) selama 18 tahun.

Selain itu, sekitar 102 mmscfd gas dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

RAJA menilai keterlibatan dalam proyek tersebut membuka peluang bagi Perseroan untuk memperluas bisnis dari gas pipa menuju rantai nilai LNG yang lebih terintegrasi.

Suami Ketua DPR RI Puan Maharani, Hapsoro Sukmonohadi atau lebih dikenal Happy Hapsoro. Foto: Dok. Istimewa

Keikutsertaan dalam proyek FLNG pertama di Indonesia juga memberikan posisi strategis bagi RAJA di segmen yang saat ini masih memiliki keterlibatan perusahaan domestik yang relatif terbatas.

Perseroan juga melihat adanya peluang kolaborasi lebih lanjut dengan Genting Berhad Group dalam pengembangan ekosistem LNG di Indonesia.

Di sisi lain, alokasi gas untuk pasar domestik dinilai sejalan dengan agenda ketahanan energi nasional sekaligus strategi pengembangan usaha jangka panjang RAJA.

Tidak Berdampak Material

Berdasarkan Keterbukaan Informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), RAJA menyatakan transaksi akuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas tersebut pada tahap ini tidak diperkirakan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan usaha Perseroan.

Meski demikian, transaksi tersebut dinilai memberikan pijakan strategis bagi RAJA untuk meningkatkan partisipasinya dalam proyek FLNG sekaligus memperluas eksposur terhadap rantai nilai LNG di Indonesia.