Perawatan 1 KRL INKA yang Bermasalah Rampung Pekan Depan, 6 Sisanya Masih Dicek

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan proses perawatan 7 trainset KRL iE305/CLI 225 yang dikerjakan bersama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA terus berjalan sesuai target.
Dari 7 trainset tersebut, satu unit saat ini memasuki tahap akhir pengecekan dan ditargetkan siap kembali pada pekan ini. Sementara enam trainset lainnya masih menjalani proses perawatan secara bertahap.
“Saat ini satu trainset KRL iE305/CLI 225 sedang dalam tahap akhir pengecekan dan ditargetkan siap pada minggu ini,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya, Rabu (16/9).
Anne menjelaskan, tiga dari enam trainset lainnya ditargetkan rampung pada 25 September 2026. Sementara tiga trainset berikutnya ditargetkan selesai pada 9 Oktober 2026.
Proses perawatan mencakup pemeriksaan sistem, komponen teknis, hingga aspek keselamatan. Setiap trainset akan menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum dinyatakan siap untuk kembali dioperasikan.
“Setiap trainset yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan dan dinyatakan siap akan diserahkan kepada KAI Commuter untuk mendukung pelayanan Commuter Line Jabodetabek sesuai kebutuhan operasional,” ujar Anne.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan keselamatan dan keandalan sarana menjadi prioritas dalam proses perawatan tersebut. Menurutnya, KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kesiapan sarana Commuter Line Jabodetabek.
“KAI memastikan setiap proses perawatan sarana dilakukan sesuai standar keselamatan dan keandalan yang berlaku. Kesiapan layanan Commuter Line Jabodetabek menjadi perhatian utama seiring tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat,” kata Bobby.
Kebutuhan terhadap layanan KRL Jabodetabek terus meningkat. Dalam satu dekade terakhir, jumlah pelanggan KRL Jabodetabek naik dari 257 juta pelanggan pada 2015 menjadi 401 juta pelanggan pada 2025.
Sementara itu, jumlah pelanggan pada periode Januari-Agustus 2026 telah mencapai 277,2 juta. Pertumbuhan jumlah pelanggan tersebut juga diikuti dengan pengembangan jaringan layanan. Jumlah stasiun meningkat dari 71 stasiun pada 2015 menjadi 85 stasiun pada 2026.
