Kumparan Logo

PLN IP Garap PLTS Terintegrasi Baterai dan Pusat MRO untuk Pasar Asia Pasifik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas PLN berada di dekat area Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/6/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas PLN berada di dekat area Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/6/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

PT PLN Indonesia Power (PLN IP) Group memperkuat bisnis energi melalui tiga kolaborasi strategis yang mencakup pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terintegrasi Battery Energy Storage System (BESS), penguatan layanan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO), serta pengembangan kapabilitas MRO nasional untuk menjangkau pasar Asia Pasifik.

Kolaborasi tersebut dilakukan dalam rangkaian Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten. Agenda tersebut turut dihadiri Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dan Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power Julita Indah, serta disaksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Ketua Dewan Pengawas MKI Darmawan Prasodjo.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan transformasi bisnis dan transisi energi tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT), tetapi juga penguatan keandalan aset, industri pendukung, teknologi, dan kompetensi nasional.

“Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan energi yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN, dan membangun kapabilitas Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat regional,” ujar Bernadus dalam keterangannya, Kamis (24/9).

Salah satu kolaborasi dilakukan PLN Indonesia Power dengan PT ACE Energy Service (ACEES) untuk mengembangkan proyek dedieselisasi di 10 lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek tersebut memiliki potensi kapasitas PLTS sebesar 60 MWp dan BESS 200 MWh.

Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai Rp 3,3 triliun dan direncanakan mendapat dukungan pembiayaan dari konsorsium perbankan Korea dan Indonesia. Proyek tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui penggunaan panel surya produksi dalam negeri dari Trina Mas Agra Indonesia.

Suasana proyek PLTS Terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (26/9/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power Julita Indah mengatakan integrasi PLTS dan BESS dapat menjadi solusi bagi wilayah yang selama ini masih bergantung pada pembangkit berbahan bakar diesel.

“Integrasi PLTS dan BESS memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel. Dengan sistem penyimpanan energi, pasokan listrik dari PLTS dapat dikelola lebih optimal sehingga keandalan sistem tetap terjaga sekaligus memberikan potensi efisiensi biaya penyediaan listrik,” kata Julita.

Pengembangan proyek tersebut juga berpotensi menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) hingga sekitar Rp 1.000 per kWh, tergantung pada karakteristik sistem kelistrikan di masing-masing lokasi.

Selain mengembangkan energi terbarukan, PLN IP memperkuat bisnis pengelolaan aset melalui anak usahanya, PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services). Perusahaan tersebut menjalin kolaborasi dengan PT ABB Sakti Industri untuk memperkuat layanan pemeliharaan dan pengadaan generator, motor, serta Variable Speed Drive (VSD)/inverter.

Kerja sama tersebut mencakup pemeliharaan dan perbaikan peralatan, penyediaan produk dan suku cadang ABB, hingga life assessment generator dan motor. Sinergi tersebut ditujukan untuk meningkatkan keandalan aset sekaligus memperpanjang keberlanjutan operasi pembangkit.

PLN IP Services juga menggandeng PT Barata Indonesia (Persero) dan Technofit Sdn Bhd untuk mengembangkan Pusat MRO Turbin dan Rotating Equipment di Plant PKT Cilegon.

Teknisi memeriksa solar panel pada proyek PLTS Terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (26/9/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kolaborasi tersebut mencakup pekerjaan MRO di lingkungan PLN, pengembangan produk kelistrikan, peningkatan TKDN, alih teknologi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Dalam kerja sama tersebut, PLN IP Services berperan sebagai integrator solusi dan kontraktor lapangan. Sementara itu, Barata Indonesia memperkuat kapabilitas heavy workshop dan manufaktur, sedangkan Technofit mendukung teknologi, pengalaman teknis, dan jaringan internasional.

Melalui tiga kolaborasi tersebut, PLN Indonesia Power membangun ekosistem energi yang mencakup pengembangan energi bersih, efisiensi biaya kelistrikan, peningkatan keandalan aset, hingga penguatan manufaktur dan teknologi nasional.

Bernadus mengatakan pengembangan kapabilitas MRO tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan nasional dalam pemeliharaan, perbaikan, overhaul, dan life extension turbin serta rotating equipment.

instagram embed