Kumparan Logo

Qatar Pastikan Ledakan di Kompleks Industri Ras Laffan Tak Ganggu Ekspor Gas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ledakan besar di sebuah pusat pengelolaan gas alam cari (LNG) di Ras Laffan, Qatar pada Minggu (21/6). Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ledakan besar di sebuah pusat pengelolaan gas alam cari (LNG) di Ras Laffan, Qatar pada Minggu (21/6). Foto: AFP

Qatar memastikan ekspor gas alam cair atau LNG akan terganggu usai ledakan di kompleks industri Ras Laffan yang menewaskan 13 orang dan melukai 66 lainnya.

Dikutip dari Bloomberg, produksi di fasilitas LNG terbesar di dunia telah dihentikan sejak minggu pertama perang setelah serangan Iran. Kompleks Ras Laffan mengekspor hampir seperlima dari pasokan gas alam cair global melalui jalur laut tahun lalu. Dimulainya kembali produksi di kompleks tersebut dipantau secara ketat oleh para pedagang gas di seluruh dunia.

“Fasilitas LNG QatarEnergy, pelabuhan Ras Laffan, dan operasi logistik lainnya tetap tidak terpengaruh akibat ledakan dan kebakaran ini, dan hal ini tidak akan memengaruhi kemampuan ekspor kami sedikit pun,” kata Kepala Eksekutif operator QatarEnergy, Saad al-Kaabi dikutip dari Bloomberg, Selasa (23/6).

Saad menjelaskan penyelidikan atas kecelakaan tersebut telah dimulai. Meski demikian, pasokan lokal tetap melimpah dan diperkirakan tidak akan terpengaruh.

Dia melihat adanya kekhawatiran penundaan dibukanya kembali fasilitas Ras Laffan akibat ledakan dan kebakaran di fasilitas pasokan gas lokal Barzan pada hari Minggu (21/6). Dua unit LNG yang rusak membutuhkan peralatan kriogenik khusus dan jangka waktu perbaikannya antara tiga hingga lima tahun.

Fasilitas produksi gas alam cair (LNG) QatarEnergy di Kota Industri Ras Laffan, Qatar, pada 2 Maret 2026. Foto: STR/ REUTERS

Setelah terpaksa menyatakan keadaan kahar atau force majeure, QatarEnergy berharap mendapatkan kembali reputasi sebagai pemasok yang andal dan memulai kembali operasi adalah proses kompleks yang membutuhkan keseimbangan tekanan yang cermat untuk menghindari kerusakan dan kebocoran.

Qatar berupaya untuk melanjutkan 80 persen produksi LNG di Ras Laffan dalam waktu dua bulan setelah Selat Hormuz dibuka dengan aman beberapa waktu lalu.

Dengan beberapa kapal mulai bergerak melalui Selat, Qatar juga melakukan persiapan. Empat kapal tanker baik yang dimiliki oleh badan pelayaran Qatar atau yang disewa jangka panjang oleh Qatar sedang menuju Ras Laffan melalui Selat tanpa menyembunyikan lokasi mereka. Selain itu, Qatar juga bergegas membawa pulang lebih banyak kapal tanker kosong sebagai persiapan untuk memulai kembali pengiriman.

Harga gas berjangka Eropa stabil setelah komentar mengenai ekspor Qatar, memangkas kenaikan sebelumnya hingga 3,9 persen.

instagram embed