Kumparan Logo

Tak Hanya di Tengah Kota, Marriott Andalkan Pusat MICE di Selatan Kuala Lumpur

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hotel Courtyard by Marriott Kuala Lumpur South yang menjadi salah satu pusat MICE Marriott di dekat Kuala Lumpur. Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hotel Courtyard by Marriott Kuala Lumpur South yang menjadi salah satu pusat MICE Marriott di dekat Kuala Lumpur. Foto: Argya Maheswara/kumparan

Geliat bisnis Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di Malaysia ternyata tak hanya bertumpu pada kawasan pusat kota. Di Malaysia utamanya Kuala Lumpur, Marriott juga memiliki hotel yang menjadi pusat MICE namun letaknya berada di selatan kota alih-alih berada di dekat KLCC sebagai pusat kota.

Hotel tersebut adalah Courtyard by Marriott Kuala Lumpur South yang letaknya sekitar 20 menit dengan mobil atau 10 km dari KLCC. Meski tak di KLCC, General Manager Courtyard KL South, Derrick Felix mengatakan bahwa salah satu keunggulan utama hotel tersebut adalah fasilitas konvensi yang memang dirancang untuk penyelenggaraan acara berskala besar. Hotel yang ia kelola saat ini juga mampu bersaing dengan beberapa pusat MICE yang ada di KLCC.

“Jika berbicara tentang hotel, mungkin hanya ada tiga, empat, atau paling banyak lima yang memiliki kapasitas serupa. Namun, jika yang dibicarakan adalah pusat konvensi khusus, jumlahnya cukup banyak. Ada KLCC, MITEC, dan sejumlah pusat konvensi lainnya. Kami bisa bersaing dengan mereka, terutama untuk acara berskala besar,” kata Derrick ditemui di Courtyard by Marriott Kuala Lumpur South, Malaysia pada Rabu (14/10).

Adapun Courtyard by Marriott Kuala Lumpur South memiliki 10 ruang acara dengan total luas fasilitas mencapai 3.508 meter persegi. Di sana, juga terdapat Grand Ballroom dengan kapasitas hingga 3.000 orang.

Hotel Courtyard by Marriott Kuala Lumpur South yang menjadi salah satu pusat MICE Marriott di dekat Kuala Lumpur. Foto: Argya Maheswara/kumparan

Untuk itu, Derrick menjelaskan bahwa potensi bisnis MICE yang dibidik Courtyard KL South tidak hanya berasal dari perusahaan dan penyelenggara acara di Malaysia saja. Alih-alih bertumpu pada pasar domestik, ia menarget potensi dari pasar internasional.

Bagi Derrick, diversifikasi pasar menjadi penting karena pelanggan domestik terkadang memiliki keterbatasan dalam berkompromi terkait produk dan layanan yang ditawarkan. Untuk saat ini, ia menyebut China, Taiwan, dan Singapura sebagai sejumlah pasar potensial yang dapat mendukung pengembangan bisnis MICE hotel tersebut.

“Kami berupaya menyeimbangkan bisnis dengan pasar Asia Tenggara. Kami memiliki potensi bisnis dari China, Taiwan, dan Singapura yang juga menyelenggarakan kegiatan MICE. Kami perlu memanfaatkan peluang bisnis ini, bukan hanya mengandalkan pasar lokal,” kata Derrick.

Tantangan Bisnis MICE di Malaysia

Sedangkan terkait tantangan, Derrick mengakui bahwa tantangan datang dari makin banyaknya tempat acara yang berdiri sendiri atau berada di lua hotel. Biasanya, tempat-tempat seperti itu memiliki harga yang lebih murah.

“Ada banyak tempat acara, bukan selalu pusat konvensi yang dapat menampung hingga sekitar 1.000 orang. Mereka menawarkan produk yang serupa dengan fasilitas di hotel kami, sehingga menjadi pesaing. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dan mereka dapat menawarkan harga yang jauh lebih murah. Akibatnya, terjadi perang harga,” ujarnya.

Hotel Courtyard by Marriott Kuala Lumpur South yang menjadi salah satu pusat MICE Marriott di dekat Kuala Lumpur. Foto: Argya Maheswara/kumparan

Maka dari itu, menurutnya solusi dari tantangan tersebut adalah mencari potensi pasar yang berbeda di mana pasar internasional menjadi salah satunya.

“Karena itu, solusinya terkadang bukan bersaing langsung, melainkan mencari sumber pasar yang berbeda. Pasar asal pelanggan juga sangat penting. Memang ada banyak tekanan persaingan, tetapi yang penting adalah bagaimana menyelesaikannya,” kata Derrick.

Selain dari sisi MICE, Courtyard by Marriott Kuala Lumpur South menurutnya juga mengandalkan potensi okupansi karena lokasinya yang dekat dari Stadion Bukit Jalil. Derrick menjelaskan, kedekatan lokasi itu turut membuka peluang dari pengunjung konser yang membutuhkan akomodasi pada akhir pekan.

“Bukit Jalil juga memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan hotel kami karena banyak konser diselenggarakan di sana. Karena itu, kami juga menerima tamu yang datang untuk menonton konser pada akhir pekan,” ujarnya.

Hotel Courtyard by Marriott Kuala Lumpur South yang menjadi salah satu pusat MICE Marriott di dekat Kuala Lumpur. Foto: Argya Maheswara/kumparan

Ia menjelaskan bahwa biasanya permintaan dapat meningkat dengan cepat menjelang hari pelaksanaan acara. Dalam kondisi tertentu, tingkat okupansi dapat bertambah sekitar 15 sampai 20 persen pada hari yang sama.

Sebelumnya, Market VP Malaysia Marriott International, George Varughese menjelaskan bahwa mereka menyiapkan lima hotel yang bisa menjadi lokasi MICE di Malaysia.

Beberapa hotel yang disiapkan adalah The St. Regis Langkawi dan The Westin Langkawi Resort & Spa di Langkawi. Selain itu terdapat pula Renaissance Kuala Lumpur Hotel dan Courtyard Kuala Lumpur South di Kuala Lumpur serta Putrajaya Marriott Hotel di Putrajaya.